Gandeng BP3MI Jateng, MRC UMP Latih 450 CPMI Batch 2 untuk Tembus Pasar Kerja Internasional
PWMJATENG.COM, PURWOKERTO – Migrant Resource Center Universitas Muhammadiyah Purwokerto (MRC UMP) secara resmi meluncurkan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia Batch 2 pada Senin (12/10/2026). Peluncuran program strategis ini berlangsung di Gedung Syamsuhadi Irsyad Lantai 10 Kampus UMP, Purwokerto, Kabupaten Banyumas.
Langkah kolaboratif ini bertujuannya menggembleng 450 peserta seleksi CPMI MRC UMP agar siap bersaing di pasar kerja global. Selain memberikan pembekalan kompetensi teknis, UMP membuka peluang emas berupa fasilitas perkuliahan daring bagi para migran selama menjalani masa kontrak di luar negeri.
Menyaring Ribuan Pendaftar Kerja Luar Negeri
Direktur MRC UMP Assoc Prof Akhmad Darmawan menyampaikan bahwa antusiasme pendaftar pada gelombang kali ini tergolong sangat tinggi. Pihak panitia mencatat sebanyak 3.000 pelamar dari berbagai daerah telah mendaftarkan diri. Namun, penguji hanya meloloskan 450 peserta terbaik melalui seleksi administrasi dan wawancara ketat.
Sekitar 50 persen peserta terpilih berasal dari kawasan Barlingmascakeb, meliputi Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen. Sementara itu, sebagian peserta lainnya berasal dari luar Pulau Jawa. Seluruh peserta ini bakal mengikuti pelatihan pekerja migran UMP pada tiga bidang utama, yakni hospitality, caregiver, dan production operator.
Dorongan BP3MI Jateng: Berangkat Migran, Pulang Juragan
Program peningkatkan kapasitas tenaga kerja ini terlaksana melalui kemitraan strategis antara MRC UMP, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), serta Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI). Kerja sama erat ini memastikan seluruh BP3MI Jateng CPMI berangkat secara sah, terjamin kemanannya, serta terhindar dari praktik migrasi nonprosedural.
Ketua Tim Penempatan BP3MI Jawa Tengah Rinto Sri Mulyono mengapresiasi kontribusi nyata perguruan tinggi tersebut. Menurutnya, paradigma masyarakat terhadap pekerja migran harus terus berubah. Bekerja ke luar negeri bukan sekadar mencari nafkah, melainkan momentum menimba pengalaman internasional sembari mempelajari syarat jadi pekerja migran legal yang aman.
Solusi Pengangguran dan Inovasi Bekerja Sambil Kuliah
Pemerintah Kabupaten Banyumas menilai program pelatihan berbasis kompetensi ini menjadi instrumen penting dalam memangkas angka pengangguran daerah. Asisten Administrasi Umum Setda Banyumas Amrin Makruf menegaskan bahwa kemudahan akses kerja internasional legal sanggup mendongkrak kesejahteraan ekonomi keluarga secara signifikan.
Sementara itu, Rektor UMP Prof Dr Jebul Suroso terus menggalakkan skema kerja ke Taiwan bekerja sambil kuliah. Melalui dukungan teknologi pembelajaran digital yang fleksibel, para pahlawan devisa tetap sanggup mengemban pendidikan tinggi di sela-sela jam kerja mereka.
Penguatan kapasitas terpadu ini menjadi penutup rangkaian acara peluncuran CPMI MRC UMP. Harapannya, para pekerja dapat kembali ke tanah air dengan membawa tabungan modal usaha, keterampilan profesional, serta gelar sarjana untuk menjadi wirausahawan baru di daerah asal.
Kontributor: Chy
Editor: Akmal



