Optimalkan Rantai Pasok Alat Kontrasepsi, RS UMS A.R. Fachrudin Dan DP3AP2KB Surakarta Perkuat Layanan KB
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Surakarta menggandeng RS UMS A.R. Fachrudin guna memperkuat rantai pasok alat kontrasepsi. Sinergi ini terwujud dalam Diskusi Partisipatif Penggerakan Tata Kelola Alat dan Obat Kontrasepsi (Alokon) di Gedung Sekretariat Bersama Kota Surakarta, Kamis (8/10/2026).
Sinergi Lintas Sektor untuk Ketahanan Stok Alokon
Forum strategis ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjamin ketersediaan obat dan alat kesehatan di seluruh faskes. Rumah sakit mengambil peran aktif menjaga stabilitas distribusi logistik agar masyarakat memperoleh mutu layanan KB secara optimal dan tepat waktu.
Perwakilan RS UMS A.R. Fachrudin, Betik Hidayati, A.Md.Keb., menghadiri agenda tersebut sebagai bentuk komitmen nyata lembaga dalam mendukung kesehatan reproduksi masyarakat. Kehadiran fasilitas kesehatan swasta dan pemerintah ini bertujuan untuk meminimalkan risiko kekosongan persediaan (stock-out) produk di lapangan.
Selain mencegah kelangkaan stok, efisiensi rantai pasok alat kontrasepsi menekan potensi kerugian akibat produk kedaluwarsa. Oleh sebab itu, tata kelola logistik wajib memenuhi prinsip tepat jenis, tepat jumlah, tepat waktu, tepat mutu, tepat biaya, dan tepat tempat.

Digitalisasi Manajemen Logistik dan Sistem SIRIKA
Untuk meningkatkan keakuratan data, DP3AP2KB Kota Surakarta mendorong pemanfaatan teknologi informasi secara intensif. Pemerintah daerah memaksimalkan penggunaan Sistem Informasi Rantai Pasok Alat dan Obat Kontrasepsi (SIRIKA) serta Sistem Informasi Keluarga (SIGA) demi memantau distribusi barang secara real-time.
Integrasi kedua platform tersebut berhasil menyelaraskan perbedaan antara stok alokon fisik dan data administratif. Di samping digitalisasi, faskes menerapkan metode First Expired First Out (FEFO) agar pengeluaran persediaan selalu memprioritaskan produk ber-tanggal kedaluwarsa lebih cepat.
Penerapan manajemen modern ini sekaligus menjawab tantangan penumpukan stok alokon dan keterbatasan ruang penyimpanan. Melalui evaluasi berkala, para pengelola logistik menjalankan rekonsiliasi data secara rutin sehingga distribusi antarfaskes berjalan seimbang.
Komitmen RS UMS dalam Mengawal Layanan KB
Partisipasi aktif RS UMS A.R. Fachrudin menegaskan peran penting rumah sakit dalam mensukseskan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). Rumah sakit tidak hanya memberikan tindakan medis, tetapi juga mengawal keterbukaan pelaporan rantai pasok alat kontrasepsi secara berkelanjutan.
Perwakilan RS UMS A.R. Fachrudin, Betik Hidayati, menjelaskan bahwa koordinasi erat antara faskes dan pemerintah daerah membawa manfaat nyata bagi pasien. Menurutnya, kepastian ketersediaan logistik secara langsung meningkatkan kepuasan masyarakat saat mengakses layanan KB.
“Hal yang perlu diperkuat adalah ketepatan pencatatan dan pelaporan, pengawasan masa kedaluwarsa, serta koordinasi kebutuhan alat kontrasepsi. Dengan pengelolaan yang baik, pelayanan kepada pasien dapat berjalan semakin optimal,” ujar Betik.
Kolaborasi Berkelanjutan Demi Kesehatan Masyarakat
Melalui forum koordinasi ini, DP3AP2KB Kota Surakarta mengajak seluruh faskes, puskesmas, klinik, dan penyuluh lapangan untuk memperkuat komunikasi interaktif. Sinergi yang kokoh antar-stakeholder menjadi kunci utama keberhasilan program kesehatan reproduksi daerah.
Dukungan berkelanjutan dari RS UMS A.R. Fachrudin diharapkan mampu menciptakan standar baru dalam pengelolaan rantai pasok alat kontrasepsi. Kemitraan strategis ini mempermudah masyarakat dalam memperoleh pelayanan keluarga berencana yang merata dan berkualitas.
Dengan sistem pelaporan yang transparan serta kelancaran distribusi logistik, efisiensi pelayanan kesehatan di Kota Surakarta akan terus meningkat secara berkesinambungan.
Kontributor: Sidiq Pramudito / RS UMS A.R. Fachrudin
Editor: Akmal



