UMS Gelar Pembinaan Sanad Qiraat Al Quran di Pesantren Al-Firdaus Kartasura
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan program pembinaan dan pengetesan bacaan Al-Qur’an bagi para santri. Kegiatan yang dimotori dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) ini memfasilitasi kelulusan Sanad Qiraat Al Quran bagi enam santri Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Muhammadiyah Al-Firdaus Kartasura.
Para santri resmi memperoleh sanad Qira’at ‘Āṣim riwayat Ḥafṣ dan Syu‘bah setelah menyelesaikan matrikulasi, seleksi tajwid, dauroh intensif, serta evaluasi akhir.
Tradisi Keilmuan dan Keistimewaan Jalur Sanad
Dosen IQT UMS, Dr. Ainur Rha’in, S.Th.I., M.Th.I., memimpin langsung proses pembimbingan sekaligus penyerahan sanad tersebut. Beliau menjelaskan bahwa penganugerahan sanad menjaga kesinambungan tradisi transmisi keilmuan yang menghubungkan bacaan murid langsung kepada Rasulullah SAW.
Penyerahan Sanad Qiraat Al Quran kali ini memiliki keistimewaan tersendiri dari sisi silsilah keilmuan.
“Saya mengajar sekaligus menyerahkan kelulusan sanad ini secara langsung. Saya memegang sanad qiraah urutan ke-29. Otomatis para santri yang lulus ini memegang sanad urutan ke-30,” ujar Dr. Ainur Rha’in, Senin (12/10/2026).
Sebelum meraih sanad, para santri menempuh pembinaan bertahap untuk menjaga presisi bacaan. Tim pengajar memfokuskan tahap awal pada perbaikan makharij al-huruf dan sifat al-huruf.
Metode Talaqqi Intensif 30 Jam
Tim pengajar menggelar pembinaan tahsin sebanyak tiga kali pertemuan. Mereka menerapkan praktik membaca langsung, koreksi individual, pengulangan kalimat, dan metode talaqqi.
Kegiatan ini melibatkan Ustaz Faris dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) bersama mahasiswa IQT UMS. Para mahasiswa mendampingi peserta yang membutuhkan penguatan dasar agar pembelajaran berjalan seimbang.
Setelah lulus seleksi tajwid, para santri melangkah ke tahap Dauroh Qiraat riwayat Hafs dan Syubah. Pembelajaran intensif ini berlangsung selama 30 jam menggunakan metode talaqqi dan musyafahah.
Santri membaca ayat secara langsung di hadapan pengajar untuk menerima koreksi makhraj, sifat suara, dan panjang-pendek bacaan.
Memperluas Khazanah Riwayat Al-Qur’an
Pengenalan riwayat Syu‘bah menjadi nilai tambah utama dalam program ini. Masyarakat Indonesia pada umumnya lebih akrab dengan riwayat Ḥafṣ, sehingga pendalaman riwayat Syu‘bah semakin memperluas wawasan keilmuan santri.
Capaian perolehan Sanad Qiraat Al Quran ini membuktikan bahwa penguasaan qiraat membutuhkan praktik lisan yang disiplin, bukan sekadar teori semata.
Para santri penerima sanad kini bertugas mendampingi santri junior dalam mempelajari Al-Qur’an. Langkah ini memperkuat kaderisasi pementor di lingkungan pesantren.
Sementara itu, pendampingan tahsin dasar bagi santri lain tetap berjalan berkelanjutan. Peran aktif Dosen IQT UMS ini menegaskan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang bersertifikasi keilmuan shahih.
Kontributor: Fika
Editor: Akmal



