Edukasi TOGA UMS: Siswa MIM Tawangsari Praktik Cara Membuat Minuman Bunga Telang
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan edukasi interaktif mengenai cara membuat minuman bunga telang kepada siswa kelas VI MIM Tawangsari, Teras, Boyolali, Sabtu (9/10/2026). Selain itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memperkenalkan manfaat tanaman obat keluarga (TOGA) secara menyenangkan.
Dosen Teknik Industri FT UMS, Ir. Dinda Safitri, S.T., M.Eng., memimpin langsung pelatihan praktis tersebut. Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya pemahaman tanaman herbal sejak dini. Menurut Dinda, tumbuhan di sekitar sekolah tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga menyimpan khasiat kesehatan yang sangat tinggi.
Praktik Olahan Herbal Bunga Telang
Selanjutnya, tim PkM UMS mengawali sesi pembelajaran dengan menggelar pretest singkat. Langkah awal ini berguna untuk mengukur pemahaman dasar para siswa mengenai jenis dan fungsi TOGA. Setelah tes berakhir, tim segera menyajikan materi edukatif yang mudah dipahami oleh anak-anak.
Kemudian, pada acara inti, para siswa belajar secara langsung cara membuat minuman bunga telang yang dipadukan dengan serai dan jeruk nipis. Perpaduan racikan alami tersebut menghasilkan sensasi rasa segar sekaligus kaya antioksidan. Bahkan, para siswa antusias mengamati perubahan warna alami bunga telang saat mempraktikkan proses penyajiannya.
“Siswa sangat antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan minuman herbal ini. Oleh sebab itu, pembelajaran berbasis praktik langsung terbukti memudahkan anak-anak dalam memahami materi kesehatan,” ujar Dinda saat mendampingi sesi praktik.
Dorong Pembelajaran Kontekstual di Sekolah
Di sisi lain, Guru Kelas VI MIM Tawangsari, Riyoko, memberikan apresiasi tinggi terhadap program edukasi kesehatan tersebut. Pihak sekolah menilai bahwa kolaborasi ini mampu memberikan suasana belajar baru yang sangat interaktif bagi para siswa.
“Sebab, kegiatan ini menghadirkan pengalaman belajar yang sungguh berbeda. Jadi, anak-anak tidak hanya menghafal teori tanaman obat, melainkan juga mahir menerapkan cara membuat minuman bunga telang yang sehat,” tutur Riyoko.
Akhirnya, sebagai bentuk evaluasi, tim PkM UMS menutup kegiatan dengan menggelar posttest. Hasil tes akhir tersebut menunjukkan peningkatan pemahaman siswa secara signifikan mengenai pemanfaatan TOGA.
Secara keseluruhan, program berbasis Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah (P2M) ini sukses membuktikan efektivitas pembelajaran kontekstual. Dengan demikian, pengenalan TOGA sejak dini diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian lingkungan serta pola hidup sehat bagi generasi muda.
Kontributor: Adi
Editor: Akmal



