Cara Mahasiswa UMS Tingkatkan Literasi Anak Usia Dini Lewat Panggung Cerita Gembira
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Muhammadiyah Surakarta menggelar pengabdian masyarakat di Yayasan Graha Yatim dan Dhuafa Surakarta. Langkah ini menjadi ruang nyata untuk menguatkan literasi anak usia dini melalui pendekatan edukatif yang menyenangkan.
Program rutin bertajuk Panggung Cerita Gembira dan Berbagi Keceriaan tersebut berfokus pada pemenuhan stimulasi tumbuh kembang anak. Selain itu, para mahasiswa merancang rangkaian sesi khusus demi mengasah kecerdasan karakter anak sejak dini.
Selanjutnya, Ketua Panitia Kegiatan, Sapti Wulandari, menegaskan komitmen timnya dalam memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Sebab, ia menilai bahwa pendekatan saintifik PAUD harus memicu keberanian anak dalam menggapai cita-cita.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya meningkatkan minat literasi anak usia dini melalui metode bercerita yang menyenangkan. Bahkan, kami juga mengasah keterampilan motorik halus dan imajinasi melalui aktivitas seni, serta menumbuhkan motivasi anak,” ujarnya, Sabtu (10/10/2026).
Metode Mendongeng Interaktif dan Seni Kreatif
Awalnya, rangkaian acara dimulai dengan metode mendongeng interaktif menggunakan media boneka tangan. Tim mahasiswa mengajak anak-anak menirukan suara tokoh, menjawab tebakan, serta memahami pesan moral tentang kejujuran dan semangat menuntut ilmu.
Setelah sesi cerita usai, anak-anak masuk ke tahap pelatihan kreasi gantungan kunci. Mereka merangkai manik-manik beragam warna menjadi karya pribadi yang siap pakai. Dengan demikian, aktivitas ini secara langsung memberikan stimulasi motorik anak sekaligus melatih konsentrasi mereka.
Tidak hanya itu, anak-anak juga menuliskan mimpi mereka pada kartu pos dalam sesi postcard masa depan. Kemudian, mereka menempelkan kartu-kartu harapan tersebut pada papan khusus sebagai sarana penguat motivasi belajar.
Oleh karena itu, Sapti menambahkan bahwa program pada Sabtu (26/9/2026) ini menjadi ruang aplikasi ilmu pengajaran mahasiswa HMP PG-PAUD UMS di tengah masyarakat. Sehingga, penguatan literasi anak usia dini tetap menjadi prioritas utama gerakan sosial ini.
Apresiasi dari Pengelola Yayasan
Di sisi lain, Pengelola Yayasan Graha Yatim dan Dhuafa Surakarta, Suratna, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian para mahasiswa. Pasalnya, ia menilai bahwa program edukasi ini membawa suasana baru yang sangat positif bagi anak-anak asuhnya.
“Terima kasih banyak buat kakak-kakak mahasiswa yang sudah menyempatkan waktu datang ke sini. Sebab, anak-anak senang diajak main dan belajar bersama. Kehadiran kalian benar-benar membawa keceriaan dan membuat anak-anak semakin semangat,” tutur Suratna.
Kontributor: Fika
Editor: Akmal



