Atasi Kebingungan KIS-PKH, Kesmas UMS Pacu Literasi Layanan Kesehatan Warga Desa Alasombo
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Pemahaman mengenai prosedur kepesertaan jaminan kesehatan serta bantuan sosial kini menjadi perhatian utama masyarakat pedesaan. Guna memecahkan kendala administrasi tersebut, mahasiswa PBL-1 Kelompok 9 Prodi Kesmas UMS memacu literasi layanan kesehatan warga Desa Alasombo, Kabupaten Sukoharjo, melalui sosialisasi dan posko konsultasi langsung.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Alasombo ini menghadirkan tiga instansi kunci secara bersamaan. Mahasiswa UMS menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo, serta BPJS Kesehatan KC Surakarta untuk mengatasi kebingungan KIS-PKH yang kerap dialami masyarakat.
Sie Acara PBL-1 Kelompok 9 Prodi Kesmas UMS, Najma Azizah Nurrahmah, menegaskan bahwa agenda ini bertujuan memperjelas hak-hak publik. Langkah nyata ini sekaligus mendorong peningkatan literasi layanan kesehatan warga desa agar masyarakat mandiri dalam mengurus dokumen jaminan sosial.
Buka Sesi Sosialisasi dan Konsultasi Langsung
Najma Azizah Nurrahmah menjelaskan, sesi sosialisasi diawali dengan pemaparan materi dari setiap instansi penanggung jawab. Dinas Kesehatan memberikan arahan teknis mengenai prosedur pelayanan medis daerah. Sementara itu, Dinas Sosial membedah tata cara kepesertaan Program Keluarga Harapan agar tepat sasaran.
Pada sesi berikutnya, BPJS Kesehatan KC Surakarta memaparkan ketentuan Program JKN, kepesertaan BPJS mandiri, serta Kartu Indonesia Sehat. Petugas memberikan panduan ringkas untuk menjawab kebingungan KIS-PKH yang sering memicu kendala saat warga berobat.
Setelah pemaparan materi usai, panitia membuka stan konsultasi tatap muka dari masing-masing instansi. Momen ini memperkuat penguatan literasi layanan kesehatan warga desa karena masyarakat bisa menanyakan masalah kepesertaan mereka secara tepercaya.
Apresiasi dari Pemerintah Desa Alasombo
Masyarakat setempat memanfaatkan kesempatan emas ini dengan sangat antusias. Warga berbondong-bondong mengantre di stan konsultasi demi memperoleh kejelasan status bantuan sosial maupun kartu jaminan kesehatan keluarga mereka.
Kaur Perencanaan Desa Alasombo, Lastri, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif mahasiswa Kesmas UMS tersebut. Pihak pemerintah desa menilai kehadiran posko ini sangat membantu warga yang selama ini kebingungan mengurus administrasi ke pusat kota.
Lastri menambahkan bahwa pendampingan ini menjadi jawaban tuntas atas simpang siur informasi jaminan sosial. Berkat keberlanjutan edukasi mengenai literasi layanan kesehatan warga desa, masyarakat Alasombo kini lebih percaya diri dan paham mekanisme pemanfaatan layanan publik.
Kontributor: Fika
Editor: Akmal



