Mubalighat Aisyiyah Jepara Siap Perkuat Dakwah Digital dan Tangkal Hoaks
PWMJATENG.COM, JEPARA — Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Jepara mendorong para kader perempuan untuk adaptif menguasai media sosial. Langkah strategis ini sangat penting agar mubalighat Aisyiyah Jepara mampu membentengi masyarakat dari ancaman berita bohong yang makin masif.
Ketua PDA Jepara, Umi Kulsum, menegaskan pesan tersebut dalam pembukaan Pelatihan Mubalighat Tingkat Cabang se-Eks Kawedanan Bangsri. Acara di Aula Pondok Putra Muhammadiyah Bangsri ini menghadirkan 50 peserta dari lima cabang wilayah utara Jepara pada Sabtu–Ahad (3–4/10/2026).
Tantangan Dakwah Digital dan Perilaku Menyimpang
Saat menyampaikan pengarahan, Umi Kulsum menyoroti kompleksitas kehidupan masyarakat modern yang kerap memicu pergeseran karakter. Oleh sebab itu, mubalighat Aisyiyah Jepara harus memiliki kecakapan digital agar mampu menjadikan platform daring sebagai sarana syiar yang efektif.
Selain menguasai teknologi, para peserta pelatihan juga wajib mengasah kemampuan tabayun. Sikap kritis ini menjadi kunci utama mubalighat Aisyiyah Jepara dalam membentengi jamaah dari bahaya hoaks di ruang publik.
Menepis Takut dan Ragu dalam Berdakwah
Sementara itu, Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK) PDA Jepara mengusung tema pelatihan yang menekankan dakwah berbasis ilmu, hikmah, serta keteladanan. Melalui pembekalan ini, organisasi menyiapkan kader agar makin percaya diri saat menyampaikan syiar Islam.
Kemudian, Umi Kulsum mengingatkan bahwa seluruh peserta merupakan pelopor dan penyempurna estafet perjuangan dakwah. Maka dari itu, mubalighat Aisyiyah Jepara harus membuang jauh rasa malu, takut, maupun ragu dalam menjalankan tugas mulia ini.
Kontributor: Wurry Srie
Editor: Akmal



