Berita

Soroti Perlindungan WNI di Luar Negeri, Mahasiswa UMS Sabet Juara II Policy Brief Nasional

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Tim mahasiswa UMS berhasil meraih Juara II dalam Legislative Competition 2026 berkat gagasan penguatan perlindungan WNI di luar negeri. Delegasi Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) UMS tersebut menawarkan solusi berbasis integrasi data antarlembaga guna menjawab persoalan pekerja dan warga negara di mancanegara.

Kelompok Studi Penelitian dan Debat (KSPD) Verfassung FHIP UMS mengusung karya berjudul “Percepatan Integrasi Data untuk Perlindungan WNI di Luar Negeri.” Tim peneliti muda ini menyoroti pentingnya regulasi yang solid agar penanganan isu warga negara di luar negeri berjalan lebih responsif dan tepat sasaran.

Delegasi UMS tersebut beranggotakan tiga mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum, yakni Rachmad Darmawan (angkatan 2025), Eric Tsalasa Nurcahyo (angkatan 2024), dan Ferry Adi Saputra (angkatan 2025). Ketiganya tampil solid pada babak final yang berlangsung Sabtu (3/10/2026).

Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FMIPA Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan ajang kompetisi kebijakan publik tingkat nasional ini.

Gagasan Integrasi Data Berbasis Analisis Kebijakan

Melalui kompetisi ini, para mahasiswa melatih kemampuan analisis kebijakan publik dan merumuskan rekomendasi solutif secara langsung. Mereka mengidentifikasi celah koordinasi antarinstansi guna menghadirkan mekanisme pendataan yang terpadu demi keamanan warga negara.

Eric Tsalasa Nurcahyo menjelaskan bahwa keikutsertaan timnya bermula dari semangat mempelajari hal baru di luar kelas. Selain itu, pendampingan intensif dari dosen pembina menjadi kunci utama keberhasilan mereka menembus posisi puncak.

“Alhamdulillah, kami mengikuti kompetisi ini untuk mencari pengalaman dan mempelajari hal baru. Masukan serta pendampingan dari Pak Indra sangat membantu persiapan kami. Hasil ini membuktikan bahwa fokus dan kerja keras mampu membuahkan prestasi,” ujar Eric, Senin (5/10/2026).

Penghubung Akademis dan Solusi Nyata

Pembina delegasi, Dr. Moh. Indra Bangsawan, S.H., M.H., memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian anak didiknya. Dosen FHIP UMS yang juga menjabat sebagai Tenaga Ahli Madya di Kantor Staf Kepresidenan Republik Indonesia ini menilai karya mahasiswa sangat relevan dengan kebutuhan negara.

Menurut Indra, ajang policy brief menjadi wadah penting bagi mahasiswa hukum untuk menghubungkan teori akademis dengan realitas persoalan publik. Terlebih lagi, regulasi perlindungan WNI di luar negeri memerlukan pemikiran kritis yang berbasis data faktual.

“Prestasi ini menunjukkan keberanian mahasiswa dalam mengkaji isu strategis nasional. Mahasiswa hukum harus mampu merumuskan rekomendasi yang realistis, aplikatif, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat serta negara,” tegas Indra.

Pencapaian ini diharapkan terus memotivasi seluruh mahasiswa FHIP UMS untuk aktif mengukir prestasi akademik di tingkat nasional. Skema perlindungan WNI di luar negeri pun berpeluang mendapat dorongan ide-ide segar dari kalangan kampus secara berkelanjutan.

Kontributor: Fika
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *