Wujud Bakti dan Edukasi Karakter, Siswa Madrasah di Temanggung Turun Langsung Ikuti Sholat Jenazah
PWMJATENG.COM, TEMANGGUNG — Aksi menyentuh hati ditunjukkan oleh puluhan murid MI Muhammadiyah Baledu pada Jumat (25/9/2026). Sebagai wujud bakti dan edukasi karakter secara nyata, para murid bersama guru mendatangi Masjid Al Huda untuk menggelar sholat jenazah siswa madrasah bagi almarhumah Ibu Hj. Wahyudati. Langkah ini menjadi bentuk penghormatan tertinggi kepada sosok yang berjasa besar membangun sekolah tersebut.
Duka mendalam memang menyelimuti seluruh keluarga besar madrasah dan warga Desa Baledu. Almarhumah semasa hidupnya merupakan mantan pengurus Komite Sekolah yang sangat gigih memperjuangkan fasilitas belajar siswa. Oleh sebab itu, kehadiran para murid di saf sholat menjadi simbol rasa terima kasih atas seluruh perjuangan beliau.
Terobosan Edukasi Karakter dan Fikih Praktis
Pihak madrasah sengaja menjadikan momen duka ini sebagai sarana pembentukan karakter anak didik. Para guru membimbing murid untuk keluar dari ruang kelas dan merasakan langsung pengalaman berbelasungkawa di tengah masyarakat. Melalui pendekatan ini, teori pelajaran fikih serta adab takziah yang ada di buku modul dapat siswa resapi secara mendalam.
Saat berada di dalam masjid, para murid kelas atas tampak berbaris rapi membentuk barisan shaf yang tertib. Mereka mempraktikkan tata cara sholat jenazah siswa madrasah secara runtut di bawah pengawasan langsung para guru. Anak-anak membaca doa empat takbir dengan khusyuk hingga prosesi ibadah selesai.
Wujud Nyata Sinergi Sekolah dan Warga Desa
Aksi penuh empati dari anak-anak madrasah ini mendapat pujian hangat dari para tokoh masyarakat setempat. Warga menilai bahwa pola pendidikan karakter seperti ini sangat efektif membentuk kepribadian santun pada generasi muda. Hubungan emosional antara lingkungan sekolah, pengurus masjid, dan warga desa pun terjalin semakin kuat.
Setelah menuntaskan prosesi sholat jenazah siswa madrasah di Masjid Al Huda, rombongan murid ikut mengantarkan jenazah menuju tempat pemakaman desa. Doa-doa tulus meluncur dari mulut para siswa mengiringi kepergian sosok pejuang pendidikan tersebut menuju peristirahatan terakhirnya.
Kontributor: Wahyu Anggoro Saputro
Editor: Akmal



