Atasi Demam Berdarah, UMP dan Pemkab Banyumas Luncurkan Inovasi BIC-SMART Berbasis Sains dan Teknologi
PWMJATENG.COM, PURWOKERTO — Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) bersama Pemkab Banyumas merilis Project BIC-SMART pada Senin (21/9/2026). Langkah strategis ini menjadi upaya bersama untuk atasi demam berdarah melalui pendekatan sains, data, serta teknologi tepat guna.
Program hilirisasi riset ini menggabungkan kesiapan sosial warga dengan tata kelola kesehatan daerah. Selain itu, kolaborasi pentahelix ini memperoleh dukungan dana hibah senilai Rp1,98 miliar dari Kemendikti Sainstek dan LPDP.
Ketua Tim Peneliti BIC-SMART, Juli Rohmijati Wuliandari, Ph.D., menjelaskan bahwa program ini menyasar 12 desa mitra. Tim peneliti memfokuskan kegiatan pada pemetaan zonasi risiko serta penguatan sistem peringatan dini penyakit.
“Kami menghubungkan riset ilmiah dengan kebutuhan nyata pelayanan kesehatan masyarakat,” ujar Juli saat pembukaan acara dan Focus Group Discussion (FGD).
Maskot Si Jentik dan Strategi Pengendalian Dengue
Dalam acara tersebut, tim riset UMP turut memperkenalkan “Si Jentik” sebagai maskot edukasi warga. Melalui media interaktif, kehadiran maskot ini mengajak masyarakat untuk aktif mencegah jentik nyamuk di tempat tinggal masing-masing.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Banyumas, Agus Anggraito, M.Si., mengapresiasi penuh terobosan berbasis data ini. Ia menilai bahwa langkah atasi demam berdarah memang memerlukan prediksi risiko sejak dini.
“Meskipun temuan kasus di Banyumas relatif terkendali, warga harus tetap menjaga kewaspadaan lingkungan,” kata Agus saat membacakan sambutan Bupati Banyumas.
Komitmen Riset Berkelanjutan UMP Hingga 2030
Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso, menegaskan bahwa inovasi kesehatan UMP merupakan wujud nyata kontribusi akademisi bagi daerah. Bahkan, program penelitian interaktif ini akan berjalan secara konsisten hingga tahun 2030.
“UMP terus berjalan berdampingan dengan pemerintah daerah untuk menyelesaikan masalah kesehatan warga,” tutur Prof. Jebul. Oleh karena itu, penerapan teknologi ini diharapkan dapat menekan angka kasus secara efektif.
Usai sesi pembukaan, seluruh peserta langsung mengikuti agenda FGD terarah. Jajaran camat, kepala puskesmas, hingga kader desa merumuskan langkah praktis intervensi biokontrol untuk diterapkan di lapangan.
Sinergi riset ini menjadi fondasi kuat bagi daerah dalam membangun sistem ketahanan kesehatan mandiri. Dengan demikian, upaya atasi demam berdarah di Kabupaten Banyumas dapat berjalan lebih terukur dan responsif.
Kontributor: Rfm/Chy
Editor: Akmal



