Berita

UMS Serahkan Cendera Mata Keris Berusia Ratusan Tahun kepada Wakil Dubes RI untuk Malaysia

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta menyerahkan Keris UMS bernilai sejarah tinggi kepada Wakil Dubes RI untuk Malaysia, Dr. Danang Waskito. Selanjutnya, penyerahan benda pusaka ini berlangsung di sela kuliah umum Gedung Ahmad Syafii Maarif UMS, Surakarta, Kamis (24/9/2026).

Simbol Kesejahteraan dan Sejarah Panjang

Pemberian Keris UMS ini menjadi simbol penghormatan sekaligus upaya kampus mengenalkan kekayaan budaya Jawa ke kancah diplomasi. Oleh karena itu, pihak kampus menyerahkan dua jenis keris pusaka yang kaya makna filosofis kepada perwakilan diplomatik KBRI Kuala Lumpur.

Sementara itu, Sekretaris Badan Pembina Harian UMS, Prof. Dr. Drs. Sabar Narimo, M.M., M.Pd., menjelaskan detail koleksi tersebut. Salah satu karya yang diserahkan adalah Keris UMS dengan luk 13 dan pamor Mos Utah.

“Pamor Mos Utah melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran, mirip konsep beras tumpah atau pedaringan kebak,” ujar Sabar saat memberikan penjelasan.

Selain itu, keris pusaka tersebut memiliki tangguh Mataram buatan era Panembahan Senopati sekitar tahun 1586. Karya agung sebagai Keris Berusia Ratusan Tahun ini tentu menyimpan nilai sejarah luar biasa bagi bangsa Indonesia.

Memperkuat Diplomasi Budaya Indonesia

Tidak hanya koleksi tangguh Mataram, UMS Surakarta juga menyerahkan pusaka tangguh Madiun. Benda ini memiliki pamor kulit semangka dengan dapur carubuk luk tujuh yang menawan.

Oleh sebab itu, Sabar berharap makna spiritual dari Keris UMS ini mampu menyemangati para diplomat dalam bertugas. Langkah diplomasi budaya ini secara langsung memperat hubungan kemitraan strategis antara institusi pendidikan dan perwakilan negara.

Di sisi lain, Wakil Dubes RI untuk Malaysia, Dr. Danang Waskito, menyambut hangat pemberian cendera mata langka tersebut. Bahkan, ia menilai pemberian ini bukan sekadar cenderamata fisik biasa.

“Pemberian ini menjadi cenderahati yang memacu semangat kami untuk terus memperluas kolaborasi demi kemajuan bangsa,” ungkap Danang. Selain itu, ia juga memuji kemajuan UMS Surakarta sebagai perguruan tinggi swasta terkemuka di Tanah Air.

Pada saat yang sama, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur, Dr. R. Ahmad Romadhoni Surya Putra, turut menyampaikan rasa kagumnya. Meski belum pernah merawat pusaka, ia mengaku tertantang untuk mempelajari perawatan benda sejarah tersebut secara benar.

“Oleh karena itu, saya langsung mempelajari tata cara perawatan keris ini agar nilainya tetap terjaga,” kata Romadhoni. Pada akhirnya, langkah UMS Surakarta ini membuktikan bahwa tradisi lokal mampu menjadi instrumen efektif dalam mendukung aktivitas diplomasi internasional.

Kontributor: Fika
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *