Aksi Nyata Siswa SMP Mutual Magelang Galang Donasi Bencana NTT Rp10 Juta Lewat Lazismu
PWMJATENG.COM, KOTA MAGELANG — Ratusan siswa SMP Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang menggalang donasi bencana NTT hingga terkumpul dana sebesar Rp10 juta. Aksi kemanusiaan melalui Lazismu Kota Magelang ini menyasar percepatan pemulihan pascabencana yang belum sepenuhnya usai di Nusa Tenggara Timur.
Langkah konkret para pelajar tersebut menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap kondisi warga terdampak. Hingga kini, para penyintas masih membutuhkan bantuan hunian sementara serta fasilitas sekolah darurat.
Aksi Solidaritas Pelajar untuk Penyintas NTT
Pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Ranting SMP Mutual memimpin langsung penarikan donasi bencana NTT ke tiap kelas. Para siswa menyalurkan kepedulian mereka melalui kotak infak yang disediakan tim relawan.
Sembari mengumpulkan bantuan, pengurus memberikan edukasi mengenai kondisi terkini di wilayah terdampak. Informasi tersebut membakar semangat para murid untuk ikut meringankan beban warga di NTT.
Ketua IPM SMP Mutual, Syaqila Naura, menyatakan antusiasme rekan-rekannya sangat luar biasa. Seluruh kelas berpartisipasi aktif dalam penggalangan bantuan kemanusiaan ini.
“Alhamdulillah, antusiasme para siswa cukup tinggi. Hasil pengumpulan dana hampir mencapai Rp10 juta, lalu kekurangannya kami genapkan dari infak Jumat,” ujar Naura.
Pembentukan Karakter Empati Sejak Dini
Kepala SMP Mutual, Ahmad Haryanto, menyerahkan secara simbolis bantuan donasi bencana NTT tersebut kepada Lazismu Kota Magelang. Pengurus IPM mendampingi proses penyerahan dana kemanusiaan ini secara langsung.
Ahmad menegaskan bahwa aksi penggalangan dana ini menjadi media pendidikan karakter yang sangat efektif. Pihak sekolah ingin menanamkan jiwa kepedulian sosial kepada para murid sejak usia muda.
“Empati merupakan karakter yang sangat berharga. Melalui program ini, anak-anak terus mengasah rasa kepedulian agar tidak tumbuh menjadi pribadi yang egois,” tutur Ahmad.
Ia menjelaskan bahwa proses pembelajaran tidak boleh berhenti di dalam ruang kelas saja. Keterlibatan langsung dalam kegiatan sosial memberikan pengalaman nyata bagi perkembangan moral siswa.
“Ini bukti nyata bahwa pembelajaran harus meluas ke aksi nyata. Ruang pembiasaan ini akan membentuk generasi masa depan yang bermoral baik,” tambahnya.
Menjaga Keberlanjutan Program Pemulihan
Sementara itu, Kepala Divisi Program Lazismu Kota Magelang, Rayung Putri, memberikan apresiasi tinggi atas kepedulian para siswa. Kolaborasi kemanusiaan ini terus memberikan dampak positif bagi penerima manfaat.
Pihaknya memastikan penyaluran dana bantuan bencana NTT akan tepat sasaran. Lazismu akan mengalokasikan dana tersebut untuk mendukung program hunian sementara dan fasilitas penunjang lainnya.
Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) saat ini masih mengelola pembangunan 200 hunian sementara. Selain itu, lembaga tersebut juga terus mendampingi operasional sekolah darurat di lokasi terdampak.
“Insya Allah, donasi bencana NTT ini sangat membantu para penyintas. Bantuan ini juga menguatkan keberlanjutan respons kemanusiaan Muhammadiyah melalui Lazismu,” kata Rayung.
Kontributor: Fury Fariansyah
Editor: Akmal



