Penanganan Stunting di Kendal: Tim PPKO UNIMUS Usung Platform SiKembang dan Edukasi Pangan Lokal

PWMJATENG.COM, KENDAL — Tim PPK Ormawa UKM Komunikasi Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) mempercepat penanganan stunting di Kendal. Sebanyak 13 mahasiswa turun langsung mengimplementasikan program “Desa Sehat Peluk Erat” di Desa Bebengan, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Langkah ini menjadi aksi nyata mendukung penurunan stunting nasional serta pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3.
Hasil pemetaan awal tim mahasiswa menunjukkan data yang perlu mendapat perhatian serius. Tim mencatat 24 kasus stunting dari total 508 balita atau sekitar 4,72% di Desa Bebengan. Dusun Simbang menjadi wilayah terdampak paling tinggi, yakni menyumbang 8 kasus dari 106 balita (7,55%).
Kondisi tersebut muncul akibat beberapa faktor mendasar di lapangan. Remaja putri masih memiliki kesadaran rendah terkait pencegahan anemia. Selain itu, kader posyandu menghadapi keterbatasan kapasitas dalam pemantauan antropometri. Warga juga belum mengoptimalkan gizi pangan lokal serta pendampingan keluarga berisiko.
Empat Pilar Intervensi Program 3SI
Mengatasi masalah krusial ini, tim menghadirkan solusi terpadu melalui empat pilar intervensi strategis bernama Program 3SI. Terobosan ini menguatkan penanganan stunting di Kendal secara berkelanjutan dari hulu ke hilir.
Pilar pertama yaitu SIKARANGAN (Sekolah Kesehatan Remaja Bebengan) yang berfokus pada langkah preventif sejak masa prakonsepsi. Program ini membidik minimal 30 remaja putri melalui edukasi kesehatan reproduksi, gizi seimbang, dan pencegahan anemia. Mahasiswa juga memeriksa kadar hemoglobin (Hb) serta membagikan Tablet Tambah Darah (TTD) secara berkala.
Pilar kedua adalah SIGAP KADER (Sinergi Gerakan Aktif Penguatan Kader) yang menyasar 18 kader posyandu desa. Kader mengikuti pelatihan pengukuran antropometri yang presisi dan konseling gizi. Mereka juga mempelajari Aplikasi SiKembang UNIMUS (Sistem Informasi Pemantauan Tumbuh Kembang Anak) sebagai media pencatatan digital.
Pilar ketiga dinamakan SIRAMAN (Sinergi Pemberian Makanan Tambahan untuk Balita) yang mengedukasi 12 ibu balita. Melalui cooking class, warga belajar mengolah potensi pangan lokal unggulan seperti ikan air tawar atau nila. Edukasi ini menjadi cara mencegah stunting pada balita tanpa mengeluarkan biaya mahal.
“Tujuan utama kami adalah membangun ekosistem kesehatan desa yang mandiri dan berkelanjutan. Kami memadukan pendekatan humanis dari rumah ke rumah dengan modernisasi pencatatan digital melalui website SiKembang. Dengan demikian, kader posyandu dapat memantau tumbuh kembang anak secara riil dan presisi bahkan setelah masa program selesai,” ujar Ketua Tim PPK Ormawa UNIMUS Bebengan, Wahyu Dwi Utami.
Sinergi Kolaboratif Lintas Sektor
Pelaksanaan program yang berlangsung selama 3 bulan ini berjalan dengan pendampingan ketat. Dosen pembina Dr. Ns. Ernawati, S.Kep., M.Kes. mengawal seluruh jalannya kegiatan pengabdian mahasiswa di lapangan.
Kegiatan ini juga memperoleh dukungan penuh dari Pemerintah Desa Bebengan di bawah pimpinan Kepala Desa Wastoni. Bidan Desa, Puskesmas Boja, serta Tim Penggerak PKK Desa Bebengan turut bersinergi aktif.
Melalui kolaborasi kuat ini, Desa Bebengan optimistis mampu mengikis angka kasus gizi buruk secara signifikan. Langkah ini menguatkan penanganan stunting di Kendal sekaligus melahirkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Kontributor: Tim PPK Ormawa UKM Komunikasi
Editor: Akmal



