Berita

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran: UMS Dorong Guru Muhammadiyah Sukoharjo Kuasai Teknologi

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat kompetensi digital para pendidik di Kabupaten Sukoharjo. Oleh karena itu, guru besar UMS mendorong pemanfaatan AI dalam pembelajaran untuk meningkatkan efektivitas mengajar di sekolah. Langkah strategis ini mengemuka dalam Rapat Kerja Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sukoharjo di Tawangmangu, Karanganyar.

Integrasi Teknologi dan Nilai AIK

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Budi Murtiyasa, M.Kom., hadir sebagai narasumber utama forum. Pakar FKIP UMS itu mengajak para pendidik memanfaatkan kecerdasan buatan secara bijak. Sebab, penggunaan teknologi modern ini harus tetap berlandaskan pada nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Budi menegaskan bahwa teknologi berfungsi sebagai alat bantu pembelajaran. Oleh sebab itu, para guru perlu menguasai teknik pembuatan instruksi AI yang efektif. Dengan demikian, pemanfaatan AI dalam pembelajaran dapat berjalan lebih optimal dan terarah.

Selain itu, agenda Raker Dikdasmen PDM Sukoharjo ini mengusung tema penguatan karakter holistik. Kegiatan tersebut menghadirkan jajaran pengurus Majelis Dikdasmen PCM se-Sukoharjo. Selanjutnya, para kepala sekolah dari jenjang SD hingga SMA juga menyimak paparan materi tersebut.

Penguatan Karakter dan Pengelolaan Sekolah

Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen PDM Sukoharjo, Dr. H. Srie Lahir, M.Pd., menyampaikan arah kebijakan pendidikan persyarikatan. Srie menegaskan bahwa lembaga pendidikan Muhammadiyah wajib menjaga semangat dakwah. Di samping itu, pembentukan akhlak peserta didik tetap menjadi prioritas utama.

Pendidikan Muhammadiyah tidak hanya mengejar prestasi akademik semata. Namun, pengelola sekolah juga bertanggung jawab memperkuat spiritualitas serta kaderisasi persyarikatan. Maka dari itu, integrasi teknologi harus memperkokoh karakter Islami siswa.

Di sisi lain, para peserta rapat juga membahas strategi penguatan manajerial Amal Usaha Muhammadiyah. Penguatan tata kelola ini bertujuan agar sekolah Muhammadiyah semakin profesional dan adaptif. Hasilnya, inovasi seperti pemanfaatan AI dalam pembelajaran akan mempercepat pencapaian target mutu tersebut.

Regulasi dan Sinergi Organisasi

Kemudian, peserta Raker menuntaskan pembahasan regulasi seleksi dan masa jabatan kepala sekolah. Aturan ini menjamin kepemimpinan sekolah berjalan efektif dan sistematis. Akibatnya, sistem kepemimpinan yang tertata rapi akan mendukung keberlanjutan program unggulan sekolah.

Melalui forum ini, kegiatan strategis tersebut berhasil memperkuat sinergi antarlembaga di Kabupaten Sukoharjo. Seluruh pemangku kepentingan berkomitmen membangun ekosistem pendidikan yang solid. Bahkan, hasil rumusan Raker langsung menjadi acuan kerja bagi jajaran pengurus.

Pada akhirnya, pemanfaatan AI dalam pembelajaran akan diterapkan secara bertahap di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Langkah konkrit ini menegaskan peran sekolah Muhammadiyah sebagai pusat pencetak SDM unggul dan berakhlak mulia.

Kontributor: Fika
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *