Berita

‘Aisyiyah Jatim dan Eco Bhinneka Muhammadiyah Resmi Luncurkan Hutan Wakaf SITI KANAYA di ATC Pasuruan

PWMJATENG.COMPASURUAN — Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Timur, LATIN, dan Eco Bhinneka Muhammadiyah menginisiasi Hutan Wakaf SITI KANAYA di Pasuruan. Kolaborasi strategis ini memilih kawasan ‘Aisyiyah Training Center (ATC) Jawa Timur sebagai lokasi percontohan. Program pemberdayaan perempuan berbasis lingkungan tersebut mengoptimalkan lahan seluas 3.300 meter persegi.

Nama SITI KANAYA merupakan singkatan dari Sinergi Inovasi Transformasi dan Inklusi untuk Masyarakat Sejahtera. Oleh karena itu, para inisiator mengusung semangat “Perempuan Berdaya, Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera.”

Selain itu, tim gabungan telah menggelar koordinasi awal serta pre-assessment lahan di ATC Pasuruan pada Senin (31/8). Langkah tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi sekaligus menyusun rencana kerja yang solid.

Model Percontohan Pemberdayaan Perempuan

Ketua PWA Jawa Timur, Rukmini Amar, mengarahkan agar pengelola memfokuskan program lima bulan pertama di ATC Pasuruan. Kawasan ini berpotensi menjadi pusat pembelajaran, edukasi, dan ekowisata berbasis komoditas lokal.

“Pengembangan hutan wakaf ini memperkaya pemanfaatan kawasan ATC. Keberadaan lahan ini tentu memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” ujar Rukmini.

Senada dengan hal tersebut, Kepala ATC Pasuruan, Aminah Asminingtyas, menyambut baik optimalisasi lahan tersebut. Sebab, fasilitas kawasan kini semakin siap mendukung kegiatan pengelolaan lingkungan hidup secara berkelanjutan.

Strategi Pengelolaan Bentang Alam

Sementara itu, Wakil Ketua PWA Jawa Timur Koordinator Bidang LLHPB, Nelly Asnifati, menekankan pentingnya keterlibatan kader lokal. Hasilnya, pihak organisasi langsung menunjuk Ketua LLHPB PWA Jawa Timur, Sumiati, sebagai koordinator utama Hutan Wakaf SITI KANAYA.

Selanjutnya, perwakilan LATIN, Novan Aji Imron, menjelaskan bahwa program awal berfokus pada penyusunan site plan dan kapasitas pengelola. Tim teknis akan menanami lahan dengan komoditas agroforestri, tanaman pangan, serta tanaman obat.

Bahkan, Novan menambahkan bahwa pengembangan Hutan Wakaf SITI KANAYA menerapkan pendekatan bentang alam (landscape). Strategi ini secara otomatis menghubungkan potensi ekologis lahan wakaf dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Sebagai penutup, Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah, Hening Parlan, menegaskan bahwa proyek ini menjadi model pengelolaan lingkungan yang mengintegrasikan aspek keberlanjutan dan peran perempuan. Setelah sukses di Jawa Timur, para inisiator berencana mereplikasi model Hutan Wakaf SITI KANAYA ke wilayah Jawa Barat.

Kontributor: Farah
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *