Bangga! Dua Mahasiswa UMP Juara Festival Handai Indonesia 2026 Tegaskan Pesona Bahasa di Mata Dunia
PWMJATENG.COM, JAKARTA — Prestasi internasional kembali diukir oleh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Dua mahasiswa asing yang berkuliah di kampus tersebut berhasil memborong penghargaan bergengsi dalam ajang Festival Handai Indonesia 2026. Keberhasilan ini semakin membuktikan kualitas pembinaan bahasa bagi penutur asing di Indonesia.
Puncak perhelatan bergengsi tersebut berlangsung di Plaza Insan Berprestasi, Gedung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta, pada Jumat (21/8/2026). Dalam kompetisi global ini, Gloire Nsengiyumva Shaka, mahasiswa asal Republik Demokratik Kongo dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMP, sukses merebut posisi juara pertama kategori bernyanyi. Pada saat yang sama, Abdalrahim Siddig Idris Agadouf, mahasiswa Fakultas Teknik UMP asal Sudan, menyabet juara kedua kategori berpantun.
Dua Mahasiswa UMP Juara Festival Handai Indonesia 2026 Setelah Sisihkan Ratusan Peserta
Penyelenggaraan tahun 2026 ini mencatatkan persaingan yang amat ketat dari berbagai belahan dunia. Sebanyak 542 pendaftar dari 79 negara berpartisipasi dalam lima kategori perlombaan, yakni bercerita, bernyanyi, berpantun, berpidato, dan berpuisi. Namun, panitia hanya meloloskan 25 peserta terbaik dari 21 negara untuk berlaga di babak final Jakarta.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme para peserta asing tersebut. Menurut Abdul Mu’ti, ajang ini memberi ruang luas bagi penutur asing untuk menunjukkan kreativitas mereka dalam berbahasa Indonesia. Selain itu, kegiatan ini turut memperkuat posisi bahasa Indonesia pada tingkat global sekaligus membangun persahabatan antarbangsa.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menyambut positif tingginya partisipasi global ini. Hafidz menegaskan bahwa lonjakan jumlah peserta membuktikan bahwa minat masyarakat dunia terhadap bahasa Indonesia terus berkembang pesat.
Persiapan Matang BIPA UMP Kunci Kemenangan
Keberhasilan luar biasa ini tentu tidak hadir secara instan. Kepala Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) UMP, Titik Wahyuningsih, M.Hum., mengungkapkan bahwa kedua mahasiswa tersebut menjalani latihan intensif selama satu bulan sebelum tahap seleksi awal. Selanjutnya, tim pengajar BIPA UMP memberikan pendampingan intensif selama satu setengah bulan tambahan menjelang babak final.
Pendampingan intensif tersebut menitikberatkan pada penguasaan bahasa serta apresiasi seni dan budaya lokal. Shaka mengasah teknik vokal untuk kategori bernyanyi, sedangkan Agadouf mendalami seni lisan lewat kategori berpantun. Program BIPA UMP ini terbukti efektif membantu mahasiswa asing memahami bahasa dan budaya Indonesia secara mendalam.
Rasa haru dan bangga pun terpancar dari raut wajah para pemenang. Shaka mengaku sangat bersyukur bisa mewakili UMP dan negara asalnya, Kongo, di panggung internasional. Senada dengan Shaka, Agadouf juga menyampaikan terima kasih mendalam kepada para pengajar BIPA UMP yang mendampingi perjuangannya hingga meraih kemenangan.
Kontributor: Aml/Chy
Editor: Akmal



