Ibu PKH Brebes Olah Limbah Sabut Kelapa Bersama Tim UMP Demi Mandiri Finansial

PWMJATENG.COM, PURWOKERTO — Tim dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mendorong kelompok ibu PKH Brebes olah limbah sabut kelapa menjadi produk bernilai jual tinggi. Langkah strategis ini berlangsung di Desa Pakujati, Kecamatan Paguyangan, Brebes, melalui program COFIESA untuk membantu warga lepas dari ketergantungan bantuan sosial.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UMP, Dr. Anggun Badu Kusuma, M.Pd., menyerahkan langsung sarana produksi kepada kelompok sasaran pada Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini mendapatkan pendanaan hibah PkM dari Kemendiktisaintek tahun anggaran 2026.
Transformasi Limbah Sabut Kelapa Jadi Produk Seni
Dalam program COFIESA ini, ibu PKH Brebes olah limbah sabut kelapa yang selama ini tidak terpakai menjadi barang kerajinan bernilai seni. Tim pengabdi memberikan edukasi pengolahan bahan baku lokal agar warga mampu menghasilkan karya yang memiliki harga jual di pasar umum.
Dr. Anggun menjelaskan bahwa program ini sengaja dirancang untuk menciptakan sumber pendapatan baru yang berkelanjutan. Lebih dari sekadar pelatihan singkat, kegiatan ini bertujuan membentuk ekosistem ekonomi mandiri bagi penerima bansos.
“Target utama kami adalah membangun kemandirian ekonomi. Kami ingin memfasilitasi warga agar memiliki pendapatan alternatif sehingga tidak terus bergantung pada bantuan pemerintah,” ujar Anggun.
Penguatan Kapasitas dan Keberlanjutan Lingkungan
Selain Dr. Anggun dari Prodi Pendidikan Matematika, tim dosen UMP ini melibatkan Dr. Eko Muharudin, S.S., M.Pd. (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) serta Chumaedi Sugihandarji, M.Si. (Pendidikan Matematika). Dua mahasiswa UMP, Uswatun Khasanah dan Arif Syah Putra, juga turut aktif mendampingi warga di lapangan.
Inisiatif pemberdayaan ini mengintegrasikan penguatan ekonomi warga dengan upaya pelestarian lingkungan berbasis Sustainable Development Goals (SDGs). Pengolahan limbah menjadi barang seni secara langsung mengurangi dampak sampah organik di tingkat lokal.
Setelah penyerahan peralatan, tim UMP bakal memberikan pendampingan berkala hingga warga mahir berproduksi. Pendampingan tersebut mencakup manajemen usaha, pengembangan variasi produk, serta strategi pemasaran digital agar usaha ibu PKH Brebes olah limbah sabut kelapa ini dapat berkembang pesat.
Kontributor: Muh/Chy
Editor: Akmal



