Susun Strategi di RAKERTA 2026, Universitas Muhammadiyah Semarang Akselerasi Langkah Menuju Kampus Kelas Dunia
PWMJATENG.COM, SEMARANG – Universitas Muhammadiyah Semarang resmi menggelar Rapat Kerja Tahunan (RAKERTA) 2026-2027. Sebanyak 129 pimpinan universitas mengikuti kegiatan ini. Mereka menyusun strategi akselerasi menuju kampus kelas dunia. Acara ini berlangsung di Hotel Griya Persada Bandungan, Kabupaten Semarang, pada 30-31 Juli 2026.
Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang, Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., memimpin langsung pembukaan acara ini. Para wakil rektor dan sekretaris BPH turut hadir menemani rektor. Selain itu, para dekan, ketua lembaga, dan kepala biro juga berpartisipasi aktif.
Mereka bergabung sebagai tim strategis institusi. Rombongan pimpinan ini akan merumuskan arah kebijakan kampus selama setahun ke depan. Langkah strategis ini sangat penting bagi kemajuan institusi.

Fokus Transformasi Digital di RAKERTA 2026
Wakil Rektor II menyampaikan laporan panitia pada awal acara. Ia menjelaskan bahwa RAKERTA 2026 berfungsi menyelaraskan langkah seluruh unit kerja. Peserta forum akan membahas target strategis dan mengevaluasi capaian kinerja sebelumnya. Selanjutnya, mereka juga menyusun program kerja baru untuk tahun 2026–2027.
Agenda tahun ini memiliki fokus tambahan yang sangat krusial. Universitas Muhammadiyah Semarang menargetkan penyempurnaan transformasi digital. Penguatan sistem digital ini bertujuan membangun sinergi antarbidang yang lebih baik. Oleh karena itu, kampus bisa meningkatkan kualitas pelayanan akademik dan nonakademik.
“Kami menargetkan rapat kerja ini menghasilkan keputusan yang bermanfaat. Keputusan tersebut harus bisa melampaui target capaian institusi,” tegas Wakil Rektor II.
Penyelenggaraan RAKERTA 2026 pada akhir Juli ini memang memiliki momentum tepat. Sebab, tahun akademik dan tahun kerja baru akan mulai beroperasi pada September 2026.
Budaya Kerja Islami dan Green Campus
Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang menilai keberhasilan kampus saat ini berasal dari kolaborasi hebat. Semua elemen sivitas akademika bekerja keras membawa kampus berada di jalur yang tepat. Meskipun demikian, rektor terus mengingatkan pentingnya budaya kerja Islami.
Ia meminta semua pegawai melandasi profesionalitas dengan niat ibadah. Setiap aktivitas di kampus harus memberikan manfaat nyata. Pekerjaan yang baik juga akan menjadi amal jariyah. Pada akhir acara, seluruh pimpinan akan menandatangani kontrak kinerja yang baru.
Sekretaris BPH, H. Widadi, S.H., juga memberikan arahan penting. Ia mengajak peserta merancang program kerja dengan penuh kesadaran. Keputusan forum harus memberikan makna bagi percepatan kemajuan universitas. Ia juga menyoroti pentingnya realisasi visi Green Campus secara menyeluruh.
Visi tersebut tidak hanya berfokus pada penghijauan fisik kampus. Kampus juga harus menghadirkan lingkungan yang nyaman secara intelektual dan spiritual. Suasana religius ini menjadi fondasi kuat menuju kampus kelas dunia. Pada akhirnya, Universitas Muhammadiyah Semarang berkomitmen mencetak generasi unggul.
Kontributor: Humas UNIMUS
Editor: Al-Afasy



