Dorong Kemandirian Ekonomi, PPK Ormawa IMM FIK UMS Ciptakan Inovasi Olahan Alpukat di Boyolali
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Kelompok mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menggulirkan program pemberdayaan ekonomi kreatif bagi masyarakat pedesaan. Langkah ini menghadirkan solusi nyata untuk meningkatkan nilai jual komoditas pertanian lokal.
Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) IMM FIK UMS menginisiasi langkah strategis tersebut. Mereka melatih warga Desa Musuk, Boyolali, agar mampu menciptakan ragam olahan alpukat yang bernilai ekonomi tinggi.
Mengubah Komoditas Mentah Menjadi Produk Bisnis
Selama ini, para petani setempat biasa langsung menjual hasil panen dalam bentuk buah segar. Model penjualan konvensional tersebut membuat pendapatan masyarakat sangat bergantung pada harga pasar yang fluktuatif.
Menjawab tantangan ekonomi itu, tim PPK Ormawa IMM FIK UMS mengenalkan inovasi olahan alpukat berupa selai buah dan teh herbal. Menariknya, produk teh herbal ini memanfaatkan daun alpukat yang selama ini sering menjadi limbah tak berguna.
Ketua PPK Ormawa IMM FIK UMS, Fidelina Tri Adelin, menjelaskan bahwa program ini sengaja menyasar kelompok ibu rumah tangga. “Kami ingin mengubah potensi lokal menjadi peluang usaha baru yang bisa dikerjakan dari rumah,” ujar Fidelina pada Selasa (14/7/2026).
Beri Pembekalan Higienitas Hingga Teknik Pengemasan
Pelatihan yang berpusat di Balai Desa Musuk ini berjalan dengan sangat interaktif. Mahasiswa mengawali kegiatan dengan memaparkan materi penting terkait karakteristik bahan baku serta standar sanitasi pembuatan pangan.
Setelah pemahaman teori dinilai cukup, tim PPK Ormawa IMM FIK UMS langsung mendemonstrasikan rantai produksi secara menyeluruh. Proses edukasi ini meliputi pemilihan buah matang, pengeringan daun herbal, hingga teknik pengemasan produk yang menarik minat pasar.
Ibu-ibu peserta pelatihan kemudian membentuk beberapa kelompok untuk mempraktikkan langsung seluruh tahapan produksi. Dosen pendamping UMS, Aktif Cahyaningtyas, S.Km., M.Km., memandu ketat proses pembuatan ini demi menjaga kualitas produk akhir.
Komitmen PPK Ormawa IMM FIK UMS Cetak UMKM Baru
Melalui pendampingan yang terukur ini, pihak kampus berharap warga terus mengembangkan keahlian baru tersebut. Keterampilan membuat olahan alpukat ini bertujuan memantik lahirnya unit usaha mikro baru di Desa Musuk.
“Harapan besar kami, program PPK Ormawa IMM FIK UMS ini bisa menjadi pilar utama dalam mendongkrak pendapatan harian keluarga di sini,” pungkas Fidelina optimis.
Para peserta menyudahi agenda produktif tersebut dengan melakukan uji organoleptik bersama untuk memastikan cita rasa produk selai dan teh herbal. Melalui kolaborasi ini, Desa Musuk kini siap melangkah menjadi sentra industri kreatif berbasis pangan lokal yang berdaya saing tinggi.
Kontributor: Fika
Editor: Alafasy



