Pelopor di Indonesia! Kampus Ini Latih Calon Tenaga Kesehatan Pakai Bahasa Isyarat
PWMJATENG.COM, PURWOKERTO – Program Studi Teknologi Laboratorium Medis (TLM D4 UMP) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto kembali meluncurkan inovasi pendidikan kesehatan yang berorientasi sosial. Mereka menggandeng komunitas Batir Isyarat Banjoemas untuk menggelar pelatihan khusus bagi para mahasiswa di Gedung Prof. Baedhowi, Kamis 18 Juni 2026 lalu.
Melalui agenda ini, pihak kampus membagikan keterampilan bahasa isyarat BISINDO (Bahasa Isyarat Indonesia) kepada calon analis kesehatan tersebut. Langkah strategis ini mengusung tema besar tentang cara mewujudkan tenaga kesehatan masa depan yang peka terhadap kebutuhan disabilitas. Mahasiswa belajar secara intensif agar mampu memangkas hambatan komunikasi dengan pasien teman tuli.
Komunikasi Ramah demi Kesetaraan Hak Pasien
Ketua Program Studi TLM D4 UMP, Retno Sulistiyowati, menegaskan bahwa kualitas layanan medis tidak melulu bersandar pada keahlian teknis laboratorium. Beliau memandang kemampuan berinteraksi dengan seluruh lapisan masyarakat tanpa sekat sebagai aspek fundamental yang wajib ada.
“Kami ingin menumbuhkan kesadaran sekaligus keterampilan praktis mahasiswa dalam mendampingi teman tuli. Setiap pasien memegang hak yang setara untuk mendapatkan pelayanan kesehatan inklusif yang aman, nyaman, dan mudah mereka akses,” ungkap Retno penuh semangat.
Beliau menambahkan bahwa kegagalan komunikasi di lingkungan medis sering kali mengganggu akurasi diagnosis ataupun penyampaian edukasi. Oleh karena itu, kurikulum prodi sengaja menyisipkan kompetensi tambahan ini sebagai solusi konkret atas tantangan tersebut.
Inovasi Pembelajaran Pertama di Bidang Laboratorium Medis
Dosen pengampu mata kuliah Komunikasi, Fuad Minan Zuhri, menjelaskan latar belakang kemunculan program inspiratif ini. Beliau menyadari bahwa profesi Teknologi Laboratorium Medis akan selalu bersinggungan dengan pasien dari berbagai latar belakang kondisi fisik.
“Kami membekali mahasiswa dengan keahlian ini agar mereka siap memberikan pelayanan yang lebih profesional dan menghargai hak pasien. Sepengetahuan kami, integrasi pelatihan bahasa isyarat dalam prodi TLM masih sangat langka dan berpotensi menjadi yang pertama di Indonesia,” jelas Fuad.
Fuad menilai inovasi ini sebagai bentuk ketegasan visi TLM D4 UMP dalam mencetak lulusan yang seimbang. Alumnus kampus ini tidak hanya wajib unggul di meja riset laboratorium, tetapi juga harus menguasai empati sosial yang tinggi.
Antusiasme Mahasiswa Selama Praktik Isyarat Medis
Pihak panitia menghadirkan perwakilan Batir Isyarat Banjoemas, Aulia Fikra Ayu Laraswati, S.Ds., sebagai narasumber utama. Aulia mengupas tuntas seluk-beluk budaya tuli, etika berinteraksi, hingga membimbing praktik langsung isyarat medis secara interaktif.
Aulia melemparkan apresiasi tinggi atas kepedulian prodi yang bersedia membuka pintu kolaborasi inklusif ini. Beliau berharap gerakan positif ini melahirkan alumni medis yang sanggup melayani pasien tuli secara mandiri tanpa bantuan penerjemah pihak ketiga.
Selama kelas berlangsung, para mahasiswa menunjukkan antusiasme yang luar biasa saat menirukan gerakan alfabet dan istilah medis dasar. Mereka juga aktif memperagakan simulasi pelayanan laboratorium guna menguji pemahaman masing-masing.
Membentuk Agen Perubahan di Sektor Kesehatan Modern
Salah satu peserta pelatihan, Azka Azaliyyah, mengaku memetik banyak pelajaran berharga dan perspektif baru mengenai dunia disabilitas. Menurutnya, kegiatan semacam ini membuka mata generasi muda tentang pentingnya meruntuhkan dinding pembatas sosial.
“Kami menjadi lebih paham cara menghargai teman-teman tuli. Saya berharap kampus terus menggulirkan program mulia ini agar lingkungan sekitar kita semakin ramah dan terbuka bagi siapa saja,” tutur Azka.
Agenda ini menjadi bukti sahih bahwa UMP menanamkan nilai kemanusiaan, keadilan, dan empati secara nyata kepada mahasiswanya. Komitmen kuat ini menempatkan prodi tersebut sebagai agen perubahan yang siap menyongsong ekosistem pelayanan kesehatan inklusif di masa depan. (Fmz/Chy)
Kontributor: Cahyudi
Editor: Ayma



