Gebrakan Baru! Kurikulum AI Sekolah Muhammadiyah Jaring 5.000 Pelajar di Jawa Tengah
PWMJATENG.COM, SEMARANG — Sedikitnya 5.000 pelajar di Jawa Tengah dipastikan segera menikmati metode belajar berbasis kecerdasan artifisial setelah Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Tengah menyepakati kerja sama kurikulum modern bersama Marshall Cavendish Education Singapura di Semarang, Rabu (18/6/2026).
Program masif ini menyasar sekitar 5.000 pelajar Muhammadiyah di Jawa Tengah, terutama dari Sekolah Unggul dan International Class Program (ICP). Melalui kerja sama strategis ini, para guru akan menerima pelatihan intensif langsung dari pakar Marshall Cavendish Education (MCE) Singapura. Mereka bakal mendalami penguatan metodologi pengajaran serta integrasi teknologi kecerdasan artifisial ke dalam kurikulum modern.

AI sebagai Pendamping, Bukan Pengganti Karakter
Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Tengah mengambil langkah berani ini bukan tanpa alasan. Mereka tidak sekadar mengejar kecanggihan teknologi semata. Lembaga ini justru menegaskan bahwa fondasi utama pendidikan mereka tetap berakar kuat pada moralitas religius. Oleh karena itu, pengguna yang bijak harus mengendalikan teknologi canggih ini agar tidak mengikis nilai-nilai kemanusiaan.
“Tentu saja, pemanfaatan AI tidak hanya berorientasi pada penguasaan teknologi dan berbagai platform digital. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi tersebut mampu memperkuat pembentukan karakter peserta didik, membangun visi kehidupan Islami, serta menanamkan nilai-nilai Al-Islam dan kemanusiaan,” ujar Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Tengah, Rohmat Suprapto, S. Ag., M.SI.
Pihak PWM Jawa Tengah menilai bahwa masyarakat tidak bisa menghindari tantangan era digital saat ini dengan cara menutup diri. Langkah terbaik adalah menyiapkan seluruh ekosistem pendidikan, mulai dari kepala sekolah hingga murid. Kesiapan ini bertujuan agar mereka menjadi pengguna teknologi yang cerdas dan bertanggung jawab.
Menuju Internasionalisasi Pendidikan Muhammadiyah
Langkah integrasi kurikulum ai sekolah muhammadiyah ini sekaligus menjadi motor penggerak agenda internasionalisasi wilayah. Melalui kolaborasi ini, PWM Jawa Tengah optimistis ratusan sekolah di wilayahnya mampu memenuhi standar global. Target akhirnya adalah mencetak lulusan yang kompetitif di kancah dunia.
“Semangat internasionalisasi tersebut bukan sekadar menjadikan pembelajaran berbasis bahasa Inggris, tetapi bagaimana sekolah-sekolah Muhammadiyah mampu memenuhi standar internasional, menjawab kebutuhan global, dan menghasilkan lulusan yang kompetitif di tingkat dunia,” ujar Wakil Ketua PWM Jateng, Dr. H. Ahmad Hasan Asy’ari Ulama’i, M.Ag.
Pihak wilayah juga memproyeksikan penerapan kecerdasan artifisial ini sebagai pembeda utama kualitas pendidikan Muhammadiyah. Dengan menguasai teknologi masa depan, sekolah-sekolah tersebut bersiap memelopori inovasi pembelajaran digital di Indonesia.
Ekosistem Inovatif dan Penguasaan Coding
Selain kecerdasan buatan, kolaborasi internasional ini juga menyentuh aspek pemrograman dasar yang krusial bagi generasi masa depan. Pihak Marshall Cavendish Education Singapura berkomitmen penuh untuk mendampingi masa transisi digital ini. Pendampingan tersebut memastikan seluruh proses berjalan mulus dan terarah.
“Hari ini juga dilaksanakan penandatanganan kerja sama antara Marshall Cavendish Education dan Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Tengah terkait integrasi teknologi Artificial Intelligence (AI) dan coding ke dalam kurikulum pendidikan,” ujar Business Development Director Southeast Asia dari Marshall Cavendish Education, Tri Turturi, BBA., NBA.
Melalui sinergi lintas negara ini, PWM Jawa Tengah berharap ekosistem pendidikan Muhammadiyah melahirkan generasi baru yang mumpuni. Mereka tidak hanya mahir teknologi, tetapi juga kokoh secara iman. Transformasi besar ini menandai babak baru kesiapan sekolah lokal dalam menjawab tantangan global.
Kontributor: Medkom PWM Jateng
Editor: Alafasy



