Berita

Sokong Riset Herbal Banyumas, Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto Raih Penghargaan Nasional

PWMJATENG.COM, PURWOKERTO – Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Prof. Dr. Jebul Suroso, resmi menerima penghargaan bergengsi sebagai Akademisi Peduli Jamu dari Perkumpulan Pelaku Jamu Indonesia (PPJAI). Apresiasi nasional ini menjadi bukti nyata atas komitmen besarnya dalam mengawal digitalisasi dan pengembangan UMKM jamu di tanah air.

Prosesi penyerahan penghargaan tersebut berlangsung meriah dalam rangkaian agenda Pentahelix Jamu 2026, Kamis (18/6/2026). Selain momentum pemberian apresiasi, perhelatan akbar di lingkungan kampus ini sekaligus memperingati Hari Jamu Nasional ke-18.

Komitmen Nyata Memajukan UMKM Jamu Tradisional

Ketua Umum PPJAI, Apt. Heri Susanto, menjelaskan bahwa rektor muda tersebut dinilai memiliki kepedulian yang melampaui tugas pokok akademisi. Melalui kepemimpinannya, pihak kampus aktif membuka ruang riset, pendampingan regulasi, hingga uji laboratorium bagi para perajin obat tradisional. Kolaborasi yang solid ini terbukti mendongkrak kelas produk lokal di pasar yang lebih luas.

“Beliau sangat fokus dan peduli terhadap nasib UMKM jamu saat menghadapi gempuran obat kimia,” ujar Heri.

Oleh karena itu, asosiasi sepakat mendudukkan tokoh pendidikan asal Banyumas ini sebagai figur teladan penggerak ekosistem herbal. Selain kategori akademisi, pihak penyelenggara juga memberikan penghargaan serupa kepada kelompok petani tanaman obat dan pelestari resep jamu kuno. Langkah kolektif ini bertujuan menjaga keberlanjutan industri kesehatan asli nusantara dari hulu ke hilir.

Keunggulan Pusat Riset Herbal Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Wakil Rektor I, Assoc. Prof. Saefurrohman, Ph.D., hadir mewakili rektor yang berhalangan datang untuk menerima trofi kehormatan. Pihaknya menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas kepercayaan besar asosiasi nasional yang memilih kampus mereka sebagai pusat perayaan tahun ini.

Saefurrohman menegaskan bahwa Universitas Muhammadiyah Purwokerto kini menempatkan riset herbal sebagai salah satu pilar keunggulan institusi. Melalui Fakultas Kedokteran, manajemen kampus telah lama mengembangkan program kekhususan Kedokteran Herbal. Kurikulum ini berjalan beriringan dengan inovasi dari Fakultas Farmasi yang rutin menetaskan produk kesehatan siap pakai.

Guna mendukung ekosistem praktik mahasiswa, pihak universitas juga mengelola Kebun Herbal mandiri di Desa Karangsari. Laboratorium alam tersebut menjadi pusat budi daya tanaman obat sekaligus ruang uji efektivitas bahan alami secara ilmiah. Melalui penguatan sinergi pentahelix, pihak kampus optimistis obat herbal Banyumas siap merebut atensi pasar internasional dalam waktu dekat.

Kontributor: Iny
Editor: Ayma

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://middlepassage.dei.uc.pt/https://privacycolab.dei.uc.pt/https://cmd.dei.uc.pt/https://henrique.dei.uc.pt/
https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://simseam.ft.uns.ac.id/https://sipil.ft.uns.ac.id/slot gacorhttps://aku.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/slot gacorhttps://akperstg.ac.id/https://fisip.uisu.ac.id/https://lppm.isi-ska.ac.id/
https://hormon-osteoporosezentrum.de/judi bolahttps://saopaulodeolivenca.am.gov.br/slot gacorzonawin777zonawin777Pkv games