Mendidik Generasi Qurani di Era Modern, Tangis Haru Warnai Pelepasan Siswa MI Muhammadiyah Baledu
PWMJATENG.COM, TEMANGGUNG — Isak tangis haru mewarnai pelukan erat antara orang tua dan anak-anak berbaju adat dalam acara pelepasan siswa MI Muhammadiyah Baledu, Temanggung, Kamis (18/6/2026). Momentum kelulusan yang emosional ini sekaligus menjadi ajakan penting bagi para wali murid untuk memperkuat sinergi dalam mendidik generasi Qurani di tengah derasnya arus modernisasi.
Pihak madrasah sengaja mengusung tema “Generasi Qurani, Harapan Negeri” sebagai cetak biru untuk melahirkan alumni yang siap menjadi pilar peradaban bangsa. Saat acara berlangsung, ratusan pasang mata menyaksikan momentum krusial ini dengan raut wajah bahagia bercampur haru. Terlebih lagi, siswa-siswi tampil menawan mengenakan pakaian adat kebaya dan batik sebagai simbol pelestarian budaya yang anggun.
Selanjutnya, sesi tausiyah dari tokoh muda inspiratif, Ustaz Mukhamad Zidanul Ahsan, S.Ag., menjadi magnet utama bagi para hadirin. Musyrif Pondok Pesantren Almatera Temanggung tersebut mengupas tuntas tantangan besar dalam mendidik generasi Qurani. Menurutnya, tantangan tersebut kian nyata di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi yang tak terbendung.
Tanggungan Moral Kader Muda
Oleh karena itu, Ustaz Zidanul menegaskan bahwa lulus dari madrasah membawa tanggung jawab moral yang besar bagi siswa. Para alumni kini memikul peran baru sebagai kader muda Persyarikatan Muhammadiyah yang harus menjaga nilai-nilai luhur di lingkungan baru mereka.
“Anak-anakku sekalian, hari ini kalian dilepas secara formal dari madrasah ini. Kalian akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, menyebar ke berbagai SMP, MTs, atau pondok pesantren lainnya. Namun ingatlah satu hal, di mana pun kalian berada, di mana pun bumi dipijak, kalian adalah kader Muhammadiyah. Jaga marwah Persyarikatan, junjung tinggi nama baik almamater, dan jadikan nilai-nilai Kemuhammadiyahan sebagai prioritas dalam laku hidup kalian,” tegas Ustaz Zidanul dengan nada penuh semangat.
Pesan ideologis tersebut langsung memicu gemuruh takbir dari seluruh hadirin di halaman madrasah. Kemudian, beliau menambahkan bahwa menjaga nama baik almamater berarti menunjukkan akhlakul karimah atau perilaku mulia setiap hari. Kader sejati harus mampu menjadi pelopor kebaikan, jujur, disiplin beribadah, dan peka terhadap kondisi sosial sekitar.
Menjadi Matahari yang Menyinari
Dalam kelanjutan ceramahnya, Ustaz Zidanul mengajak para lulusan untuk terus mengasah jiwa kepemimpinan mereka sejak dini. Salah satu langkah konkretnya adalah dengan ikut bergabung dalam kepengurusan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di sekolah lanjutan nanti.
“Jadilah matahari yang menyinari, sebagaimana lambang persyarikatan kita. Ketika kalian menjadi siswa yang berprestasi, ramah, and berakhlak mulia di sekolah kalian yang baru nanti, di situlah kalian sedang meninggikan marwah Muhammadiyah. Jangan pernah lelah untuk berproses, dan jika ada kesempatan, aktiflah di Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) untuk terus mengasah kepemimpinan kalian,” tambahnya dengan penuh harap.
Di sisi lain, pihak sekolah pun menyadari bahwa keberhasilan mendidik generasi Qurani tidak bisa bertumpu pada guru saja. Sinergi yang kuat antara sekolah dan lingkungan rumah menjadi kunci utama keberlanjutan pendidikan karakter anak era modern.
Sinergi Rumah dan Madrasah
Oleh sebab itu, Kepala MI Muhammadiyah Baledu sangat mengapresiasi seluruh capaian luar biasa yang telah diraih oleh para siswa selama enam tahun. Beliau secara khusus menitipkan amanah penting kepada para wali murid yang hadir untuk terus mengawal perkembangan anak. Pendidikan dasar di madrasah barulah sebuah fondasi awal yang masih memerlukan perhatian panjang dari orang tua.
Meskipun demikian, suasana haru tetap mencapai puncaknya saat prosesi pelepasan siswa MI secara simbolis dimulai. Isak tangis bahagia akhirnya pecah ketika anak-anak bersalaman dan memeluk erat para dewan guru yang telah mendidik mereka dengan penuh kesabaran.
Pada akhirnya, pelukan hangat dari orang tua ikut menyambut langkah baru anak-anak mereka menuju masa depan. Acara pelepasan siswa yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan doa bersama agar tunas-tunas baru tersebut selalu dalam lindungan-Nya.
Kontributor: Wahyu Anggoro Saputro
Editor: Alafasy


