Pendaftar PMB UMS 2026 Tembus 20 Ribu, Prodi AI Jadi Magnet Baru
PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mencatat lonjakan tajam pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB UMS 2026). Hingga pertengahan Juni ini, jumlah pendaftar tercatat sudah menyentuh angka 20.830 orang. Angka tersebut melampaui capaian periode yang sama pada tahun lalu yang tertahan di angka 20.400 pendaftar.
Staf Promosi PMB UMS 2026, Fefy Sheilla Putri, S.I.Kom., mengonfirmasi tren positif tersebut. Menurutnya, pertumbuhan signifikan tidak hanya terjadi pada lembar formulir pendaftaran, tetapi juga pada angka registrasi ulang mahasiswa baru.
“Data registrasi kami melonjak hingga mencapai 4.029 mahasiswa pada tahun ini,” jelas Fefy saat diwawancarai di Surakarta, Senin (15/6/2026).
Daya Tarik Prodi Baru Artificial Intelligence
Tingginya minat masyarakat otomatis membuat kompetisi masuk Universitas Muhammadiyah Surakarta kian sengit. Selain faktor reputasi kampus yang terus meroket, perluasan pilihan program studi menjadi stimulus utama. Kampus swasta bereputasi unggul ini sekarang menyediakan 41 program studi sarjana setelah resmi membuka prodi baru Artificial Intelligence (AI).
Kehadiran prodi masa depan tersebut langsung menarik perhatian generasi muda yang ingin berkarier di dunia teknologi. Guna memenangkan persaingan, Fefy menyarankan para camaba untuk jeli mengukur potensi diri sebelum memilih jalur seleksi pendaftaran UMS.
“Jika Anda memiliki nilai rapor yang konsisten, silakan optimalkan jalur rapor,” urai Fefy memberikan tips pendaftaran.
Siasat Lolos Jalur UTBK dan Jalur Tes Mandiri
Sementara itu, bagi pemilik nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer yang tinggi, jalur UTBK menjadi alternatif yang sangat menguntungkan. Jalur seleksi ini menawarkan biaya pendaftaran yang relatif lebih ramah kantong. Namun, jika camaba masih penasaran dengan pilihan prodi lain, panitia tetap menyediakan jalur Computer Based Test (CBT) dengan kesempatan tes hingga sembilan kali.
Pihak panitia mengimbau para pendaftar untuk segera mengunci kursi perkuliahan melalui proses registrasi. Masalahnya, kuota pada sejumlah program studi favorit terus menipis seiring datangnya gelombang pendaftar baru.
Sejauh ini, Program Studi Pendidikan Dokter masih kokoh menjadi primadona pilihan pertama para pelamar. Posisi berikutnya secara berurutan ditempati oleh Farmasi dan Psikologi. Sementara untuk pilihan kedua, Program Studi Kedokteran Gigi menjadi favorit utama yang paling banyak diincar.
Lonjakan Pendaftar Pasca-Pengumuman UTBK Nasional
Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa ambang batas kelulusan (passing grade) terus merangkak naik setiap harinya. Tren pergeseran nilai ini terpantau makin kompetitif, terutama sesaat setelah pengumuman hasil UTBK nasional keluar. Ribuan camaba yang lolos passing grade internal langsung menyerbu sistem untuk menyelesaikan registrasi keuangan.
“Kami melihat ada lonjakan registrasi yang masif pasca-pengumuman UTBK, sehingga siapa yang cepat dia yang aman,” tegas Fefy.
Di sisi lain, pilihan prodi yang tepat terbukti memberikan kenyamanan bagi mahasiswa dalam menempuh studi. Syafiq Imanulha Kamaludziman, camaba asal Salatiga, mengaku mantap memilih Prodi Manajemen UMS karena linier dengan latar belakang pendidikan IPS saat di SMA.
“Saya memilih UMS karena lokasinya strategis dekat rumah dan mutunya terjamin,” pungkas Syafiq optimis.
Kontributor: Fika
Editor: Ayma



