Berita

Kesejahteraan Guru Muhammadiyah di Sekolah Kecil Disentil, Lazismu Didorong Ambil Tindakan Nyata

PWMJATENG.COMJEPARA – Elemen persyarikatan dan lembaga filantropi harus memberikan perhatian mendesak terhadap kesejahteraan guru Muhammadiyah di sekolah-sekolah kecil yang masih serba terbatas. Isu krusial tersebut mengemuka saat ribuan jamaah menghadiri Pengajian Triwulan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jepara Putaran ke-9 di Kompleks Masjid Al-Muttaqien Kedung, Jepara, Ahad (14/6/2026).

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, Dr. KH. Fachrur Rozi, M.Ag., menyampaikan seruan mendesak tersebut saat menjadi pembicara utama. Melalui tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa seluruh garda terdepan pendidikan wajib merasakan kemakmuran organisasi secara merata.

“Implementasi Al-Ma’un telah diwujudkan Muhammadiyah melalui berbagai amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Inilah bentuk dakwah yang nyata,” tegas Fachrur Rozi di hadapan ribuan jamaah yang memadati kompleks masjid.

Oleh karena itu, penguatan ideologi atau ghirah bermuhammadiyah tidak boleh mengabaikan realitas ekonomi para pengajar. Sebaliknya, organisasi perlu memberikan perhatian khusus kepada kelompok-kelompok yang membutuhkan bantuan di akar rumput.

“Kita perlu menaruh perhatian terhadap kelompok-kelompok yang membutuhkan bantuan, termasuk para guru Muhammadiyah di sekolah-sekolah yang masih menghadapi keterbatasan kesejahteraan,” lanjutnya kembali mengingatkan.

Peran Lazismu Jepara dalam Pemerataan Amal Usaha

Untuk mengatasi ketimpangan tersebut, Fachrur Rozi mendorong optimalisasi lembaga filantropi eksternal dan internal organisasi. Maka dari itu, Lazismu Jepara bersama seluruh elemen persyarikatan harus bergerak cepat memperkuat sistem kepedulian sosial. Langkah nyata ini bertujuan agar surplus ekonomi pada amal usaha muhammadiyah besar dapat menyokong unit pendidikan yang masih berkembang.

Pada saat yang sama, pengajian pdm jepara kali ini juga merekam capaian positif filantropi warga. Ketua PDM Jepara, Fachrurrozi, mengungkapkan bahwa akumulasi dana kurban Idul Adha tahun ini melalui Lazismu berhasil melampaui target yang ditetapkan.

“Awalnya kegiatan ini didasari keinginan untuk memperkuat silaturahmi antar jamaah. Kemudian diprogramkan menjadi Pengajian Triwulan Hari BerMuhammadiyah sebagai sarana bersilaturahmi, dan bertalabul ilmi secara berjamaah,” jelas Fachrurrozi mengenai sejarah forum tersebut.

Tingginya angka kurban tersebut merefleksikan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap gerakan filantropi Muhammadiyah. Akibatnya, potensi dana publik yang besar ini menjadi modal penting untuk menggerakkan program kesejahteraan guru muhammadiyah secara berkelanjutan.

Dukungan Program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Selanjutnya, aspirasi lokal dari daerah ini sekaligus menjadi tantangan nyata dalam menyukseskan program kementerian pendidikan dasar dan menengah di tingkat pusat. Oleh sebab itu, pihak penyelenggara pun terus berupaya meningkatkan mutu lulusan sekolah binaan sejak usia dini.

Sebagai contoh, dalam pembukaan acara, anak-anak TK menampilkan gerak dan lagu anggota tubuh menggunakan bahasa Arab. Selain pementasan tersebut, para siswa mementaskan Tari Tujuh Kebiasaan Anak Hebat serta hafalan Al-Qur’an (tahfiz) dari MI Roudhotus Shibyan Kedung.

Sementara itu, Pemerintah Kecamatan Kedung mengapresiasi kontribusi nyata persyarikatan dalam menyelesaikan persoalan sosial kemasyarakatan. Camat Kedung, Himawan Muttaqin, mengajak warga Muhammadiyah menyelaraskan langkah dengan visi pembangunan daerah.

“Semoga pengajian ini menghadirkan ilmu yang amaliah dan amal yang ilmiah. Apa yang diperoleh dari majelis ilmu hendaknya diyakini dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Himawan.

Akhirnya, acara triwulan putaran ke-9 ini pun berakhir dengan khidmat melalui komitmen bersama. Seluruh elemen persyarikatan sepakat memperkokoh ukhuwah sekaligus meneguhkan aksi nyata demi mewujudkan Jepara yang berkemajuan.

Kontributor: Dina Setyaningsih
Editor: Alafasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://middlepassage.dei.uc.pt/https://privacycolab.dei.uc.pt/https://cmd.dei.uc.pt/https://henrique.dei.uc.pt/
https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://simseam.ft.uns.ac.id/https://sipil.ft.uns.ac.id/slot gacorhttps://aku.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/slot gacorhttps://akperstg.ac.id/https://fisip.uisu.ac.id/https://web.pn-sidrap.go.id/
https://hormon-osteoporosezentrum.de/judi bolahttps://saopaulodeolivenca.am.gov.br/slot gacorzonawin777zonawin777