Turun Gunung ke Doro, BPO KOKAM Jawa Tengah Gembleng Ratusan Kader Inti Pemuda Muhammadiyah Pekalongan
PWMJATENG.COM, Pekalongan – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Pekalongan bergerak cepat dalam memperkuat barisan pengawal organisasi di tingkat akar rumput. Melalui bidang KOKAM dan SAR, mereka resmi menggelar Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) massal demi menjaring kader-kader inti baru. Agenda kaderisasi yang penuh dengan latihan fisik dan mental ini berlangsung selama tiga hari berturut-turut, mulai Jumat hingga Ahad (12–14 Juni 2026).
Manajemen organisasi memilih Lapangan Desa Rogoselo, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, sebagai pusat penggemblengan utama. Langkah pemilihan lokasi terbuka ini terbukti ampuh memicu militansi ratusan pemuda dari berbagai penjuru cabang dan ranting. Alhasil, sebanyak 100 lebih peserta tampak berbondong-bondong mendaftarkan diri secara masif sejak hari pertama pembukaan pendaftaran.
Guna menjaga mutu lulusan tetap prima, panitia mendatangkan langsung tim pelatih ahli dari Badan Pelaksana Operasional (BPO) KOKAM Jawa Tengah. Kehadiran instruktur tingkat wilayah ini bertujuan untuk memastikan standardisasi draf materi latihan lapangan berjalan secara ketat. Para pelatih memberikan asupan ilmu yang komprehensif, mulai dari penguatan ideologi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan hingga materi bela negara.
Asah Keterampilan Lapangan dan Jiwa Korsa
“Oleh karena itu, kami mengapresiasi tinggi ikhtiar serius dari jajaran pengurus daerah Pekalongan,” ujar Komandan KOKAM Jawa Tengah, Manshur Nurdin, saat meninjau langsung jalannya latihan.
Lebih lanjut, Manshur menegaskan bahwa forum ini mengemban misi sakral untuk melahirkan pengawal perserikatan yang tangguh, militan, dan siap mengabdi. Selain materi ruang, tim instruktur memaksimalkan luas Lapangan Rogoselo untuk melatih ketangkasan baris-berbaris dan simulasi mitigasi kebencanaan. Pengondisian fisik yang berat tersebut bertujuan membangun jiwa korsa serta loyalitas mutlak para personel baru.
Gayung bersambut, draf kurikulum tanggap bencana yang matang membuat para taruna muda ini memiliki kesiapsiagaan tinggi dalam merespons problem kemanusiaan. Pengurus daerah sengaja mendesain skema latihan sedemikian rupa agar lulusan tidak gagap saat terjun ke medan konflik maupun bencana alam. Kehadiran seratus kader baru ini otomatis mempertebal sistem pertahanan dan keamanan internal perserikatan di Pekalongan.
Garda Terdepan Aksi Kemanusiaan di Pekalongan
Sinyal positif ini sekaligus membuktikan progres luar biasa dari geliat dakwah kepemudaan di wilayah Pekalongan bagian selatan. Pihak manajemen optimis bahwa penambahan pasukan baru dari Rogoselo ini akan mempercepat perluasan jejaring dakwah Islam yang berkemajuan. Berbekal ilmu lapangan yang mumpuni serta tauhid yang kokoh di dalam dada, mereka siap mengawal setiap agenda besar persyariakatan.
Melalui penutupan Diklatsar ini, KOKAM Kabupaten Pekalongan secara resmi memiliki tambahan energi segar yang solid dan terstruktur. Para alumni kini memikul tanggung jawab besar sebagai garda terdepan Muhammadiyah dalam menggerakkan aksi kemanusiaan di tengah masyarakat. Langkah inovatif dari Pemuda Muhammadiyah Pekalongan ini sekaligus menjadi simbol kekuatan ukhuwah yang siap mengawal keutuhan bangsa.
Kontributor: UF PKT BPO KOKAM Jawa Tengah
Editor: Ayma



