Berita

Lawan Pragmatisme, Kader IMM Shabran UMS Luncurkan Buku “Nalar Futurology Maroon”

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Momentum pelantikan Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Shabran dan IMM Muhammad Abduh FAI Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berlangsung dengan cara yang tidak biasa. Bertempat di Auditorium Moh. Djazman, Senin (16/2), prosesi organisasi tersebut diwarnai dengan peluncuran buku berjudul Nalar Futurology Maroon.

Buku ini merupakan karya intelektual kolektif para kader IMM Shabran yang mencoba menghadirkan refleksi kritis atas isu keislaman, kemanusiaan, dan tantangan zaman kontemporer. Peluncuran dilakukan secara simbolis melalui penandatanganan oleh Kepala Pondok Shabran UMS, Yayuli, S.Ag., M.P.I., bersama penggagas sekaligus editor buku, Dwi Kurniadi.

Dalam sambutannya, Yayuli menegaskan bahwa kaderisasi Muhammadiyah tidak boleh berhenti pada urusan struktural semata. “Gerakan literasi harus terus dirawat. Kader yang kuat secara intelektual akan mampu menjaga arah perjuangan organisasi dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” pesannya.

Ia menilai buku ini adalah sinyal positif bahwa tradisi berpikir kritis di lingkungan Pondok Shabran tetap hidup di tengah arus pragmatisme mahasiswa yang kian menguat.

Dwi Kurniadi, yang akrab disapa Adi, menjelaskan bahwa istilah futurology dalam judul tersebut bukanlah ramalan, melainkan kesadaran kritis untuk merancang perubahan sejarah. Ia menyebut karya ini sebagai bentuk perlawanan terhadap degradasi intelektual.

“Ini adalah karya ‘nelayan intelektual’ IMM Shabran. Kami ingin mengentaskan kader dari kemerosotan moral ideologi yang mulai terkikis. Organisasi tanpa gagasan akan kehilangan arah, sedangkan gagasan tanpa gerakan hanya akan menjadi wacana. Buku ini adalah titik temu keduanya,” tegas Adi.

Ditulis oleh kader dengan berbagai latar belakang keilmuan, buku ini menyajikan perspektif yang kaya. Kehadiran karya ini memicu antusiasme peserta pelantikan, bahkan beberapa kader menyatakan minat untuk menjadikan buku tersebut sebagai bahan kajian ilmiah rutin di komisariat.

Dengan peluncuran Nalar Futurology Maroon, IMM Shabran UMS kembali menegaskan komitmennya: bahwa kader IMM bukan sekadar pembaca realitas, melainkan penafsir zaman yang siap menghadirkan solusi konkret bagi umat dan bangsa.

Kontributor: Affiq | Humas
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/