Atasi Masalah Anak Tidak Sekolah, KKN UNIMMA Bekali Pemuda Wonolelo Skill Pertanian

PWMJATENG.COM, MAGELANG – Persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Desa Wonolelo akibat faktor ekonomi dan rendahnya motivasi belajar memicu keprihatinan mahasiswa KKN Tematik II Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA). Sebagai langkah nyata, mahasiswa menginisiasi sosialisasi pemberdayaan Karang Taruna Dusun Windu Sajan untuk membangkitkan kembali optimisme pemuda desa, Selasa (10/2/2026).
Koordinator KKN Desa Wonolelo, Muhammad Fathan Masykur, menjelaskan bahwa fokus program ini adalah penguatan keterampilan hidup (life skills). “Kami ingin pemuda, terutama yang terputus sekolahnya, tetap memiliki peluang meningkatkan taraf hidup melalui potensi yang sudah ada di sekitar mereka, yaitu pertanian dan peternakan,” jelas Fathan.
Dua program unggulan yang ditawarkan tim KKN meliputi:
- Budidaya Jahe Emprit: Dipilih karena modal kecil, perawatan mudah, dan harga jual yang cenderung stabil sebagai peluang usaha baru bagi pemuda.
- Inovasi Pakan Silase: Solusi pengawetan pakan ternak sapi saat musim penghujan (Oktober-Maret), agar warga tidak kesulitan menyediakan pakan berkualitas meski cuaca ekstrem.
Ketua Karang Taruna Dusun Windu Sajan, Kirno, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, diskusi dengan mahasiswa UNIMMA memberikan perspektif baru bahwa pemuda desa harus terus bergerak maju.
“Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi para pemuda yang kurang motivasi. Ini menjadi pengingat agar kami bisa menjadi generasi yang lebih baik dan mandiri ke depannya,” tutur Kirno.
Melalui kombinasi edukasi dan praktik langsung, KKN UNIMMA berharap Desa Wonolelo tidak hanya mampu menekan dampak negatif angka ATS, tetapi juga mencetak kader pemuda mandiri yang mampu mengelola aset desa secara berkelanjutan.
Kontributor: Arina Husnia | Humas
Editor: Al-Afasy



