
PWMJATENG.COM, Tangerang – Pada hari kedua Pelatihan Manajemen Reputasi Digital Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Sabtu (30/8/2025), Kepala Bagian Media dan Komunikasi (Medkom) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Muhammad Taufiq Ulinuha, membagikan pengalaman dalam mengelola media organisasi.
Di hadapan peserta, Ulinuha menegaskan bahwa PWM Jawa Tengah terus berupaya memaksimalkan pemanfaatan media sosial. “Kami berusaha menjadikan semua platform digital sebagai sarana syiar sekaligus dakwah,” ujarnya.
Menurutnya, perkembangan teknologi menuntut organisasi keagamaan untuk hadir secara aktif di dunia digital. Oleh sebab itu, PWM Jawa Tengah menata strategi dengan membagi tugas pada setiap pengelola media. “Masing-masing admin memiliki jobdesk di setiap platform. Cara ini kami lakukan agar pengelolaan bisa lebih fokus, terarah, dan hasilnya optimal,” jelasnya.
Baca juga, Fungsi Rasionalitas dalam Memahami Syariat Islam
Ulinuha juga menekankan pentingnya kualitas konten dalam meningkatkan interaksi dengan audiens. Ia menuturkan, konten yang dibuat harus mampu menarik minat masyarakat. “Jika kualitas konten semakin baik, maka engagement dan impression juga akan meningkat. Pasar akan menaruh minat lebih besar pada media yang dikelola secara profesional,” katanya.

Selain soal kualitas, kerja tim menjadi faktor lain yang tidak bisa diabaikan. Ulinuha menilai, pengelolaan media sosial tidak akan berjalan baik jika hanya mengandalkan satu orang. “Dibutuhkan kerja sama yang solid agar pengelolaan media lebih terkonsep dan terkoordinasi. Dengan begitu, pesan dakwah bisa tersampaikan lebih luas,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pengalaman PWM Jawa Tengah bisa menjadi pembelajaran bagi wilayah lain dalam mengoptimalkan potensi digital. Menurutnya, setiap daerah memiliki karakteristik audiens yang berbeda, sehingga strategi komunikasi perlu disesuaikan.
PWM Jawa Tengah, lanjut Ulinuha, berkomitmen untuk terus berinovasi dalam dunia digital. Hal itu dilakukan agar Muhammadiyah tidak hanya hadir di dunia nyata, tetapi juga aktif di ruang maya. “Kami ingin memastikan dakwah Muhammadiyah dapat menjangkau generasi muda yang mayoritas aktif di media sosial,” paparnya.
Editor : Ahmad