Berita

UMS Terima Kunjungan TH Köln Jerman Bahas Pengembangan Kurikulum Terapan Erasmus Plus

PWMJATENG.COM, Surakarta — Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerima kunjungan dari Faculty of Spatial Development and Infrastructure Systems, Technische Hochschule Köln (TH Köln), Jerman, bersama perwakilan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM). Kunjungan ini membahas rencana kolaborasi pengembangan kurikulum terapan Erasmus Plus yang berfokus pada pembelajaran berbasis real lab.

Rombongan tersebut terdiri atas Professor Johannes Hamhaber dan Günther Straub dari TH Köln, Dr. Dyah Rahmawati Hizbaron dari Fakultas Geografi UGM, perwakilan organisasi nirlaba Kota Kita, serta jajaran civitas academica Fakultas Geografi UMS.

Wakil Dekan II Fakultas Geografi UMS, Dr. Aditya Saputra, S.Si., M.Sc., menjelaskan bahwa Erasmus Plus bertujuan merekonstruksi tata cara pembelajaran di perguruan tinggi agar lebih aplikatif.

“Kata kuncinya adalah real lab atau living laboratory yang berbasis pada masalah nyata di masyarakat,” jelas Aditya saat ditemui pada Jumat (28/11).

Tahap lanjutan dari kunjungan ini adalah penyusunan proposal kurikulum. Fakultas Geografi UMS, kata Aditya, berkomitmen mendukung proses tersebut secara berkelanjutan.

“Harapannya proposal ini bisa terdanai dan menjadi input penting dalam perubahan kurikulum di siklus selanjutnya,” tambahnya.

Peneliti TH Köln, Günther Straub, menyampaikan bahwa Erasmus Plus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui pendekatan sains transformatif.

“Universitas harus lebih terbuka dengan dunia luar dan menciptakan pengetahuan berdasarkan persoalan yang nyata,” ujarnya.

Ia menekankan perlunya peningkatan kapasitas dosen melalui pembelajaran yang dekat dengan persoalan lingkungan sekitar. “Kita akan belajar bahwa pembelajaran dan masyarakat saling bergantungan satu sama lain,” imbuhnya.

Günther menjelaskan bahwa implementasi Erasmus Plus juga melibatkan organisasi nirlaba sebagai mitra. Namun, pembahasan lebih lanjut masih diperlukan. “Perlu didiskusikan lebih lanjut dengan universitas,” tuturnya.

TH Köln merupakan institusi pendidikan tinggi yang berdiri sejak 1971 dan memiliki jejaring kerja sama dengan 350 kampus di lebih dari 90 negara. Kampus ini menaungi sekitar 21.500 mahasiswa dan 440 profesor.

Professor Johannes Hamhaber menjelaskan bahwa Faculty of Spatial Development and Infrastructure Systems berdiri pada 2019 dan telah membuka sejumlah program magister, seperti Renewable Energy Management, International Water Resources Management, dan Natural Resources Management and Development.

Fakultas tersebut berfokus pada pengajaran teknologi terapan. “Tujuannya untuk merancang strategi pengembangan spasial, konsep aksi, dan mendampingi implementasinya,” jelas Johannes.

Wakil Dekan Fakultas Geografi UGM, Dr. Dyah Rahmawati Hizbaron, menyebut Fakultas Geografi UMS sebagai mitra potensial dalam kerja sama Erasmus Plus. Ia menyampaikan bahwa UGM telah menjalin kolaborasi dengan TH Köln selama lebih dari dua tahun.

“Kami tidak hanya menjalin kerja sama dengan pihak luar, tetapi juga mengajak kampus lokal untuk terlibat dalam kerja sama global,” ujar Dyah.

Kolaborasi ini diharapkan memperkuat ekosistem pendidikan geografi di Indonesia serta meningkatkan kemampuan institusi dalam mengembangkan kurikulum berbasis penerapan di lapangan.

Kontributor: (Gede/Humas)
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE