AUMBerita

TMU Tegaskan Bukan UMT, Kampus Muhammadiyah Tegal Usung Identitas Global

PWMJATENG.COM, Tegal – Tegal Muhammadiyah University (TMU) menegaskan bahwa kampus mereka berbeda dengan Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT). Meskipun keduanya berada di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah, TMU dan UMT adalah dua perguruan tinggi yang berdiri mandiri, dengan lokasi, visi, serta arah pengembangan yang berbeda.

TMU merupakan singkatan dari Tegal Muhammadiyah University, atau dalam bahasa Indonesia disebut Universitas Muhammadiyah Tegal. Sementara itu, UMT adalah Universitas Muhammadiyah Tangerang. Perbedaan singkatan ini bukan sekadar pembeda, melainkan strategi branding yang mengarah pada pengakuan internasional.

TMU saat ini memiliki dua kampus. Kampus pertama berlokasi di Kalibakung, Balapulang, Kabupaten Tegal, yang merupakan jalur utama menuju obyek wisata Guci. Kampus kedua berada di depan Stadion Yos Sudarso, Kota Tegal.

Kepala Biro Humas dan Admisi TMU, Riza A. Novanto, menjelaskan bahwa pemilihan nama Tegal Muhammadiyah University dengan akronim berbahasa Inggris memiliki tujuan strategis. “TMU ingin dikenal sebagai kampus yang siap go internasional. Nama ini mencerminkan semangat kami untuk membuka kolaborasi dan jejaring pendidikan yang lebih luas,” ujarnya.

Penegasan tersebut juga disampaikan Rektor TMU, Jebul Suroso. Ia menuturkan bahwa TMU memiliki arah pengembangan yang jelas, berorientasi pada kualitas akademik serta daya saing global. Menurutnya, kampus ini tidak hanya ingin dikenal di tingkat lokal, tetapi juga di kancah nasional dan internasional.

Baca juga, Fungsi Rasionalitas dalam Memahami Syariat Islam

“Kami ingin TMU dikenal tidak hanya di Tegal, tetapi juga di seluruh Indonesia dan dunia. Dengan berfokus pada inovasi dan peningkatan kualitas pendidikan, kami akan mencetak lulusan yang siap berkontribusi positif untuk bangsa,” ungkap Jebul.

Lebih lanjut, Jebul menekankan bahwa TMU bukan sekadar kampus akademik, tetapi juga kampus inklusif yang berpihak pada masyarakat. Ia menambahkan, TMU hadir sebagai kampus yang dekat dengan umat. “TMU lahir sebagai kampus yang tidak berjarak dengan masyarakat. Kami ingin hadir dengan solusi, baik dalam pendidikan, ekonomi, maupun sosial,” katanya.

Dengan penegasan identitas ini, TMU berharap masyarakat tidak lagi keliru membedakan antara TMU dan UMT. Pihak kampus menginginkan publik semakin memahami arah dan karakter yang sedang dibangun.

Riza menambahkan, branding yang dilakukan TMU bukan semata persoalan nama, tetapi juga representasi visi kampus untuk mencetak generasi unggul. Menurutnya, kampus ini akan terus berupaya menyiapkan fasilitas modern, memperkuat jejaring internasional, serta mendorong mahasiswa agar mampu bersaing di era global.

Komitmen itu ditegaskan pula oleh Jebul yang menyebut TMU sedang memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, baik di dalam maupun luar negeri. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi menjadikan TMU sebagai universitas yang inovatif, unggul, dan berdaya saing tinggi.

“Kolaborasi menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global. Kami yakin TMU dapat melangkah lebih jauh dengan kerja sama yang solid, baik dengan perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri,” tuturnya.

Kontributor : Riza
Ass Editor : Ahmad; Editor : M Taufiq Ulinuha

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE