Berita

Tausyiah UMS: Cara Menjaga Kebersihan Hati di Dunia Kerja

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Tausyiah Qiyamul Lail ke-198 secara daring pada Jumat (9/1/2026). Mengusung tema “Menjaga Kebersihan Hati dan Meluruskan Niat di Lingkungan Kerja yang Toxic”, kegiatan ini memberikan panduan spiritual bagi civitas academica dalam menghadapi dinamika dunia kerja.

Narasumber drg. Morita Sari, MPH., DrPH., mengajak peserta merefleksikan perjalanan sepanjang tahun 2025. Ia menekankan perbedaan antara sekadar bertahan hidup (surviving) dan menjalani hidup dengan kesadaran iman (living). “Surviving berarti bangun dengan dosa dan kebiasaan yang sama tanpa mendekatkan diri kepada Allah,” ungkapnya.

Lingkungan kerja yang tidak sehat ditandai dengan minimnya empati dan profesionalisme. Untuk membentengi diri, drg. Morita menekankan dua poin kunci:

  • Kebersihan Hati: Menjadi pusat segala perbuatan sesuai hadis Nabi SAW.
  • Meluruskan Niat: Bekerja sebagai ibadah berdasarkan Surah Al-Bayyinah ayat 5.

Menghadapi tekanan kerja sering kali memicu kemarahan. Namun, Islam mengajarkan pengendalian emosi sebagai bagian dari menjaga Qalbun Salim (hati yang bersih). Dengan niat yang ikhlas semata-mata karena Allah, seorang Muslim dapat tetap teguh meskipun berada di lingkungan yang penuh intrik.

Kontributor: : Adi | Humas
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE