Tarbiyah Amaliyah PPAD: Melatih Berpikir Tingkat Tinggi Lewat Praktik Mengajar

PWMJATENG.COM, KABUPATEN TEGAL – Pondok Pesantren Muhammadiyah Ahmad Dahlan (PPAD) kembali menggelar agenda akademik puncaknya, Tarbiyah Amaliyah. Kegiatan yang dimulai pada Kamis (8/1/2026) ini merupakan ujian praktik mengajar bagi santri kelas akhir (kelas 12) guna mengaplikasikan teori kependidikan yang telah dipelajari selama bertahun-tahun.
Mudir PPAD, Ustadz Masnun Tolab, secara resmi membuka kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa Tarbiyah Amaliyah bukanlah sekadar formalitas, melainkan latihan nyata menjadi pendidik yang berpikir kritis dan bertanggung jawab secara ilmiah. Santri kelas 6, Mutawakil, terpilih sebagai peserta perdana yang mengajar mata pelajaran Muthala’ah menggunakan bahasa Arab penuh di kelas 8 MTs Putra.

Secara pedagogis, Tarbiyah Amaliyah mencerminkan penerapan Higher Order Thinking Skills (HOTS). Santri tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga:
- Menganalisis: Memahami kondisi psikologis dan kesiapan kelas.
- Mengevaluasi: Melakukan Naqdut Tadris (kritik pembelajaran) secara sistematis bersama rekan sejawat.
- Menciptakan: Menyusun RPP yang kreatif dan adaptif terhadap respons siswa.
Proses penilaian dilakukan sangat ketat melalui empat pilar utama: At-Thariqah (metode), Al-Maaddah (materi), Al-Ahwal (kondisi kelas), dan Al-Lughah (bahasa pengantar). Penggunaan bahasa Arab sebagai bahasa pengantar menjadi tantangan sekaligus bukti keunggulan intelektual santri PPAD.
Tarbiyah Amaliyah terbukti menjadi laboratorium berpikir tingkat tinggi. Melalui skema ini, PPAD tidak hanya mencetak santri yang mahir berbicara di depan kelas, tetapi juga calon pendidik Muhammadiyah yang kritis, kreatif, dan matang secara intelektual di era disrupsi pendidikan.
Kontributor: Ryan Khairurijal, S.Pd
Editor: Al-Afasy



