Tafsir Al-Baqarah di UMS: Dari Sifat Fasik Hingga Sihir

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Kajian Tafsir rutin untuk memperdalam pemahaman Al-Qur’an. Dalam sesi terbaru, pakar tafsir Dr. Ainur Rha’in, S.Th.I., M.Th.I., membedah Surat Al-Baqarah ayat 97-105 yang mengungkap karakteristik Bani Israil dan relevansinya dengan kehidupan modern.
Dr. Rha’in menyoroti ayat 100 yang menjelaskan sifat buruk Bani Israil, yaitu gemar berjanji namun mudah mengingkari. Ia mengaitkan fenomena ini dengan realitas politik saat ini. “Ironisnya, sifat fasik ini sering terlihat saat kampanye pemimpin baru; menggaungkan janji namun gagal merealisasikannya,” tegas Rha’in, Minggu (11/1/2026).

Membahas ayat 102, kajian ini menyentuh fenomena sihir yang didefinisikan sebagai halusinasi hasil bisikan setan. Sebagai solusi, Dr. Rha’in menawarkan ruqyah sebagai metode perlindungan diri yang sesuai syariat. Menurutnya, ruqyah sangat kompatibel dengan ilmu kedokteran modern dan menjadi benteng dari praktik perdukunan.
Kajian juga menekankan pentingnya adab berbicara (retorika) melalui ayat 104, di mana Allah melarang penggunaan kata yang bisa diplesetkan untuk menghina. Penulis menutup dengan pesan bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk komprehensif yang membawa kabar gembira bagi orang beriman agar tetap “bergembira di Muhammadiyah.”
Kontributor: Affiq | Humas
Editor: Al-Afasy



