Sosialisasi Pengendalian Diabetes Melitus untuk Remaja di SMA Muhammadiyah 2 Mayong Jepara

PWMJATENG.COM, Jepara, 19 November 2025 — Upaya meningkatkan kesadaran remaja terhadap bahaya Diabetes Melitus (DM) terus digalakkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara. Salah satu langkahnya yaitu Kampanye Gerakan Pengendalian Prioritas Diabetes Melitus yang digelar di SMA Muhammadiyah 2 Mayong pada Rabu (19/11), bekerja sama dengan Majelis Kesehatan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Jepara.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan materi kesehatan dari dr. Kholifin, Sp.PD., dokter spesialis penyakit dalam RS PKU Muhammadiyah Mayong. Ia menjelaskan definisi diabetes melitus, faktor penyebab, gejala, dan pencegahannya.
Diabetes melitus terjadi ketika kadar gula darah tetap tinggi karena tubuh tidak cukup memproduksi insulin atau tidak dapat menggunakannya secara efektif. Kondisi ini dapat memicu komplikasi serius seperti gangguan penglihatan, kerusakan saraf, penyakit jantung, hingga gagal ginjal.
Narasumber memaparkan tiga jenis utama diabetes, yaitu:
- Diabetes Tipe 1 – sistem imun menyerang pankreas sehingga tubuh tidak menghasilkan insulin.
- Diabetes Tipe 2 – tubuh tidak merespons insulin dengan baik dan sering berkaitan dengan pola hidup tidak sehat.
- Diabetes Melitus Kehamilan – terjadi pada ibu hamil akibat perubahan hormon.
Faktor risiko yang perlu diwaspadai meliputi riwayat keluarga, pola makan tinggi gula, kurang aktivitas fisik, serta kebiasaan duduk terlalu lama. “Jika seseorang memiliki riwayat keluarga penderita diabetes, risikonya meningkat hingga dua kali lipat,” jelasnya.

Data nasional menunjukkan angka kejadian DM pada anak dan remaja meningkat hingga 70 kali lipat pada 2023 dibandingkan 2010. Sebanyak 46% penderita berada pada rentang usia 10–14 tahun, dan 31% lainnya berusia di atas 14 tahun.
Fakta ini menegaskan bahwa diabetes tidak lagi identik dengan orang dewasa, tetapi telah merambah usia sekolah.
Para siswa diajak mengenali gejala klasik diabetes seperti sering haus, sering buang air kecil, dan mudah lapar. Gejala lain yang perlu diperhatikan ialah berat badan turun tanpa sebab, menstruasi tidak teratur, luka yang sulit sembuh, serta mudah lelah.
Deteksi dini sangat penting agar penanganan dapat dilakukan sebelum muncul komplikasi berat.
Sebagai langkah pencegahan, remaja dianjurkan untuk:
- membatasi minuman manis,
- memilih makanan bergizi,
- melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari,
- serta mencukupi waktu tidur.
Bagi yang telah terdiagnosis diabetes, dr. Kholifin menekankan pentingnya pola makan sehat, olahraga teratur, serta kepatuhan minum obat sesuai anjuran.
Melalui kampanye kesehatan ini, pihak sekolah dan Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara berharap para siswa mampu membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini. Edukasi awal dinilai menjadi kunci untuk menekan peningkatan kasus diabetes di kelompok usia remaja dan produktif.
Kontributor: Salwa Asmaul Husna
Editor: Al-Afasy



