Silfi Fatimah Pimpin IPM Siti Walidah Ma’ahid Kudus

Silfi Fatimah Pimpin IPM Siti Walidah Ma'ahid Kudus
Silfi Fatimah Pimpin IPM Siti Walidah Ma’ahid Kudus

PWMJATENG.COM, KUDUS – Telah terbentuk PR IPM baru di madrasah Ma’ahid. PR IPM Ahmad Dahlan Ma’ahid Kudus telah menyelenggarakan Musyawarah Ranting Luar Biasa yang menghasilkan pendirian ranting baru yaitu PR IPM Siti Walidah Ma’ahid Kudus.

Maulana Miftakhun Nur, ketua umum PR IPM Ahmad Dahlan Ma’ahid menjelaskan pemekaran IPM Ma’ahid ini telah direncanakan sejak awal berdirinya IPM Ma’ahid. Akan tetapi, rencana tersebut belum dapat terealisasikan karena jumlah anggota yang belum memadai. Pada tahun ini, jumlah anggota sudah banyak sehingga ipmawati dapat mendirikan ranting IPM di Ma’ahid. “Ketika IPM Ma’ahid tidak mekar justru akan mengganggu gerak roda organisasi karena terlalu gemuk”, ungkap Maulana.

BACA JUGA  LAZISMU Serahkan Unit Mobil Ambulans Dan Truk Tangki BPKH Untuk Karanganyar, Sragen dan Wonogiri

Ketua Umum terpilih, Silfi Fatimah menuturkan “Ini baru awal perjuangan, perjalanan masih panjang dan penuh rintangan akan tetapi bila kita bekerja sama semua rintangan tersebut tidak ada artinya. Pun perlu diingat, bila jalan dakwah memang bukan hal mudah, jika mengaku berdakwah tapi tanpa masalah justru dakwah tersebut yang perlu dipertanyakan.”

Alina Roychatus Syazidhatul Husna selaku Sekretaris Umum terpilih mengungkapkan “Harapan saya dengan berdirinya IPM Siti Walidah Ma’ahid Kudus menjadikan kader yang di dalamnya para IPMawati selalu semangat berkarya dan dapat berpikir kritis di ruang yang luas dengan tetap berpegang pada garis perjuangan Islam, serta dapat menjadikan kader di dalamnya menjadi lebih progresif dan mampu meneruskan estafet kaderisasi Muhammadiyah dimanapun berada, terutama dalam lingkup sekolah non Muhammadiyah.”

BACA JUGA  PSHW vs PDPM Pekalongan adakan Laga Amal Bencana

Pembina IPM Ma’ahid, Salvi Immawan merasa bangga atas keputusan yang telah diambil oleh kader-kader IPM Ma’ahid karena berani melakukan pemekaran di masa pandemi. Salvi yang juga alumni Ma’ahid mengaku telah menemani kader-kader IPM Ma’ahid sejak ia masih berstatus sebagai mahasiswa di IAIN Kudus. “Pemekaran ini merupakan sejarah bagi Muhammadiyah di Kudus karena pengabdian IPM di madrasah non Muhammadiyah akan semakin bertambah”, ujar Salvi.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts