Sambut P2MW 2026, UMS Bekali 213 Mahasiswa Strategi Bangun Bisnis dari Nol

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi (DKPTI) bergerak cepat menyambut P2MW 2026. Pada Kamis (15/1), UMS menggelar workshop bertema “Dari Ide ke Aksi, Membangun Jiwa Wirausaha Mahasiswa” yang diikuti oleh 213 mahasiswa lintas fakultas di Gedung Induk Siti Walidah.
Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, Ph.D., secara resmi membuka acara ini. Ia mengapresiasi langkah DKPTI dalam mencetak wirausahawan muda. “UMS mendorong mahasiswa agar tidak hanya unggul dalam kompetisi, tetapi juga mampu menyebarkan manfaat melalui inovasi bisnisnya,” tegas Ihwan.

Dalam laporannya, Kasubdit Softskill DKPTI, Siti Azizah Susilawati, Ph.D., menyebutkan bahwa 53 mahasiswa peserta sudah memiliki usaha aktif. Mereka akan menjadi prioritas pendampingan untuk menembus pendanaan P2MW tingkat nasional. UMS juga menyiapkan skema Program Inovatif Kemahasiswaan (PIK) sebagai tahap pendanaan internal sebelum mahasiswa didaftarkan ke sistem Simbelmawa.
Sesi materi menghadirkan Professional Digital Business Coach, Jacob Win, yang membedah enam kategori utama P2MW, antara lain:
- Makanan dan Minuman
- Industri Kreatif, Seni, dan Budaya
- Jasa, Pariwisata, dan Perdagangan
- Bisnis Digital
- Manufaktur dan Teknologi Terapan
- Budidaya

Jacob menekankan bahwa inovasi harus berawal dari masalah nyata di sekitar mahasiswa. Senada dengan hal itu, Dr. Choiriyah Widyasari selaku pendamping senior mengingatkan bahwa aspek penilaian kini lebih menitikberatkan pada bukti eksekusi dan respons pasar. “Dosen bukan lagi sekadar pengajar, melainkan coach dan co-pilot yang menjaga ritme tim di bawah tekanan kompetisi,” jelasnya.
Melalui workshop ini, UMS menargetkan penguatan ekosistem kewirausahaan yang lebih stabil dan berbasis data. Keberhasilan di ajang nasional seperti Expo Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) diharapkan kembali terulang di tahun 2026, membawa nama harum UMS di kancah nasional maupun internasional.
Kontributor: Yusuf | Humas
Editor: Al-Afasy



