Retna Tri Astuti, Doktor Baru UNIMMA Hadirkan Model Ketahanan Psikologis Keluarga di Daerah Rawan Bencana

PWMJATENG.COM, Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali menambah deretan sumber daya akademik unggul. Salah satu dosen terbaik Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes), Retna Tri Astuti, resmi meraih gelar Doktor Promosi Kesehatan dari Sekolah Pascasarjana Universitas Sebelas Maret (UNS).
Retna mempertahankan disertasinya dalam ujian terbuka yang digelar Jumat (28/11) di Sekolah Pascasarjana UNS. Disertasi tersebut mengusung topik “Pengembangan Model Promosi Kesehatan Jiwa Melalui Psikoedukasi Informasi Perawatan Traumatik Keluarga untuk Kesiapsiagaan Keluarga pada Situasi Kegawatdaruratan Bencana di Kabupaten Magelang.” Penelitian ini dibimbing oleh promotor Prof. Dr. Mohammad Fanani, dr., Sp.KJ(K).
Dalam paparannya, Retna menjelaskan bahwa penelitiannya lahir dari keprihatinan terhadap tingginya beban psikologis yang dialami keluarga yang tinggal di wilayah rawan erupsi dan bencana. Ia menekankan pentingnya literasi kesehatan jiwa sebagai unsur utama kesiapsiagaan keluarga—tidak hanya melalui edukasi, tetapi juga melalui dukungan sosial, akses informasi yang tepat, dan pemberdayaan kader kesehatan.
Dalam risetnya, Retna mengembangkan model inovatif bernama Mental Health Promotion for Psychological Preparedness of Families in Emergency Disaster Situations (MHPFD). Model ini dirancang sebagai pendekatan komprehensif yang menempatkan keluarga sebagai pusat penguatan ketahanan psikologis.
Model MHPFD diperkaya dengan modul psikoedukasi dan didukung penggunaan aplikasi digital bernama PEKA. Aplikasi tersebut memudahkan keluarga dalam memahami tanda-tanda trauma, merespons situasi darurat, serta menjaga kesehatan mental selama dan setelah bencana.
“Tujuan utama model ini adalah membantu keluarga lebih siap secara mental ketika menghadapi situasi darurat. Ketahanan psikologis tidak hanya dibangun melalui pengetahuan, tetapi juga melalui kepercayaan diri, dukungan sosial, dan komunikasi yang efektif di tingkat keluarga dan komunitas,” jelas Retna.
Rektor UNIMMA, Dr. Lilik Andriyani, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi mendalam atas capaian tersebut.
“Alhamdulillah, kami bangga atas capaian Ibu Retna yang menghadirkan riset sangat relevan bagi masyarakat Magelang, salah satu daerah dengan risiko bencana tertinggi di Indonesia. Inovasi yang beliau hasilkan menunjukkan kontribusi nyata UNIMMA sebagai kampus yang berkomitmen menghadirkan ilmu untuk kebermanfaatan,” ungkapnya.
Kehadiran doktor baru ini memperkuat posisi Fikes UNIMMA sebagai pusat pengembangan ilmu berbasis komunitas. Penelitian Retna yang menitikberatkan pada kesehatan mental keluarga di wilayah rawan bencana tidak hanya memperkaya khazanah akademik, tetapi juga memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat, lembaga kesehatan, serta para pemangku kepentingan kebencanaan.
Editor: Al-Afasy



