PRA Jambu dan Muhammadiyah Mlonggo Gelar Pengajian Milad Ke-113 Bertema “Menata Cinta, Meniti Surga”

PWMJATENG.COM, Mlonggo, 16 November 2025 — Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Jambu Mlonggo bersama Muhammadiyah Cabang Mlonggo memeriahkan Milad Muhammadiyah Ke-113 dengan menggelar Pengajian Ahad Pagi di Masjid At-Taqwa Mlonggo, Ahad (16/11). Pengajian menghadirkan mubaligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bae Kudus, Ustaz Nailul Huda, Lc., yang menyampaikan tausiyah utama kepada jamaah.
Dalam pembukaannya, Ustaz Huda menjelaskan sebuah hadis tentang karunia Allah pada setiap fase usia, mulai dari usia 40 hingga 90 tahun. Pada usia-usia tersebut, Allah memberikan berbagai kemuliaan seperti diringankan hisab, diterimanya tobat, doa yang lebih mustajab, hingga kemampuan memberi syafaat kepada keluarga.
Ia mengajak jamaah untuk memperbanyak mengaji, karena aktivitas tersebut membawa banyak keutamaan: menenangkan hati, dinaungi malaikat, diampuni dosa, dijauhkan dari kesialan, hingga dimudahkan menuju surga.
Memasuki inti kajian, Ustaz Huda menegaskan bahwa cinta adalah fitrah manusia. Namun cinta harus ditata agar tidak menjauhkan seseorang dari Allah. Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya harus ditempatkan sebagai prioritas utama, sementara cinta kepada keluarga dan harta tidak boleh membuat seseorang lalai dari kewajiban.
Menurutnya, kesempurnaan iman tercermin dari cara seseorang mencintai sesama Muslim—bukan sekadar ucapan, tetapi melalui kepedulian sosial, doa kebaikan, dan menghindari permusuhan.
Ustaz Huda menjelaskan tingkatan cinta di antara sesama. Derajat terendah adalah salamatussadr, yaitu hati yang bersih dari dendam dan kedengkian. Hati yang dipenuhi kebencian cenderung sulit mendapatkan kemustajaban doa.
Derajat tertinggi adalah itsar, yakni mendahulukan kepentingan orang lain dibandingkan diri sendiri. Keteladanan itsar banyak ditemukan dalam kisah para sahabat Nabi yang rela berbagi meski dalam keadaan lapang maupun sempit. “Itulah puncak cinta yang mengundang ridha Allah,” ungkapnya.
Sepanjang pengajian, jamaah tampak antusias dan tekun mencatat poin-poin penting. Tema yang diangkat dinilai sangat relevan dalam memperkuat keharmonisan keluarga dan menumbuhkan ukhuwah Islamiyah di masyarakat.
PRA Jambu Mlonggo menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad Muhammadiyah Ke-113. Pengajian diharapkan dapat mempererat silaturahmi, memperkaya pemahaman keagamaan, dan memperkuat peran dakwah Muhammadiyah di tingkat ranting dan cabang.
Acara ditutup dengan doa bersama, penuh harapan agar kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin demi membina umat menuju kehidupan yang lebih islami, harmonis, dan diberkahi.
Kontributor: Bambang Budhi
Editor: Al-Afasy



