Politik & Akhlak: Darul Arqam UMS Perkuat Kepemimpinan Ranting

PWMJATENG.COM, Klaten — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Krakitan sukses menyelenggarakan diskusi mendalam dalam rangkaian Darul Arqam Pimpinan di MTs Muhammadiyah PK Bayat, Jumat (9/1). Fokus diskusi kali ini adalah menyeimbangkan antara teknis politik kekuasaan dengan etika kepemimpinan Islam.
Narasumber utama, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I., M.P.A., menjelaskan bahwa politik dan kebijakan publik tidak bisa dipisahkan dari dunia pendidikan. Bagi Muhammadiyah, institusi pendidikan bukan hanya tempat transfer ilmu, melainkan sarana strategis untuk mewariskan ideologi dan karakter.
“Pendidikan bisa menjadi alat politik selain sebagai sarana mewariskan nilai ideologi. Kebijakan pendidikan sangat strategis dalam kehidupan berbangsa untuk memastikan keberlanjutan kader secara terstruktur,” papar Bachtiar.

Ketua PDM Klaten, Iskak Sulistyo, S.Pd.I., M.Pd.I., mengapresiasi langkah UMS yang merangkul tingkat ranting. Ia mengingatkan bahwa kekuatan Muhammadiyah terletak pada sistem kepemimpinannya yang kolektif-kolegial. Keputusan tidak boleh bersifat individual, melainkan hasil musyawarah mufakat yang matang.
Melengkapi aspek etika, Dr. Mahasri Shobahiya, M.Ag., memaparkan materi mengenai Risalah Akhlak Kepemimpinan. Ia memberikan perspektif menarik bahwa jabatan adalah musibah hasanah (kejadian baik yang menguji).
“Kita diingatkan untuk menjauhi kejumudan, syirik, dan korupsi yang seringkali dekat dengan lingkaran pimpinan. Akhlak adalah landasan spiritual agar kekuasaan tidak disalahgunakan,” tegas Mahasri.
Sinergi antara keterampilan politik dalam merancang kebijakan dan landasan akhlak spiritual menjadi kesimpulan utama dalam kegiatan ini. Kader Muhammadiyah diharapkan mampu mengelola kekuasaan dengan tetap menjunjung tinggi transparansi dan etika publik.
Kontributor: Roselia | Humas
Editor: Al-Afasy


