Pesan Ikhwanushoffa di Lazismu Tegal: Fokus pada Kebaikan, Abaikan Komentar Negatif

PWMJATENG.COM, TEGAL – Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Jawa Tengah, Ikhwanushoffa, memberikan suntikan semangat bagi para Amil Lazismu. Dalam forum internal Lazismu Kabupaten Tegal pada Kamis (22/1/2026), ia menekankan pentingnya integritas amil dalam menjalankan misi kemanusiaan. Selain itu, ia juga mendorong penguatan kinerja Lazismu agar semakin solid dan profesional.
Ikhwanushoffa mengawali arahannya dengan mengingatkan kewajiban muslim dalam mengimani qada dan qadar. Menurutnya, mengimani rukun iman keenam ini merupakan perkara wajib yang fundamental. Namun, ia mengakui bahwa tantangan terberat bagi seorang mukmin adalah menerima setiap ketetapan Allah dengan hati yang lapang.
“Mengimani qada dan qadar itu wajib. Tetapi yang paling berat adalah menerimanya dan meyakini bahwa inilah yang terbaik bagi kita,” ujar Ikhwanushoffa di hadapan para pengurus. Ia juga menambahkan bahwa keraguan terhadap takdir dapat memengaruhi kualitas keimanan seseorang secara keseluruhan.
Transformasi Kinerja Melalui Sistem KPI
Selanjutnya, Ikhwanushoffa menjelaskan bahwa kinerja Lazismu saat ini menuntut profesionalitas tinggi. Salah satu langkah konkretnya adalah melalui penerapan sistem Key Performance Indicator (KPI). Ia menegaskan bahwa aspek loyalitas semata tidak lagi cukup untuk mendorong inovasi organisasi di masa depan.
Oleh karena itu, setiap amil wajib memiliki kemampuan adaptasi yang cepat serta hasil kerja yang nyata. Selain fokus pada sistem, ia juga menyoroti pentingnya memperbaiki budaya kerja. Ia mengajak seluruh staf untuk menghapus karakter toksik, terutama kebiasaan ghibah di lingkungan kantor.
“Mari kita hilangkan budaya ghibah sekarang juga. Ghibah adalah narasi yang melebihi fakta dan bisa merusak masa depan seseorang,” tegasnya. Ikhwanushoffa juga mengingatkan agar Kantor Daerah menjadi tempat yang nyaman bagi Kantor Layanan (KL) untuk mengadu, bukan justru menjadi sumber masalah baru.
Inspirasi Kisah Luqman al-Hakim
Sebagai penguat mental, Ikhwanushoffa mengajak para amil meneladani Kisah Luqman al-Hakim. Melalui kisah ayah, anak, dan seekor keledai, ia memberikan pelajaran berharga tentang persepsi publik. Kisah tersebut membuktikan bahwa manusia akan selalu menemukan celah untuk memberikan komentar negatif terhadap apa pun yang kita lakukan.
Oleh sebab itu, ia berpesan agar para amil tidak perlu merasa gentar terhadap penilaian manusia selama mereka berpegang teguh pada kebenaran. Fokus utama seorang amil haruslah mencari rida Allah dan memberikan pelayanan terbaik bagi umat.
“Jika kita ingin berbuat baik, maka lakukan saja tanpa perlu terbebani omongan orang lain,” pungkasnya. Sebagai penutup, acara berlanjut dengan pemaparan strategi divisi serta sesi berbagi untuk memantapkan langkah Lazismu Kabupaten Tegal sepanjang tahun 2026.
Kontributor: Rizky Maradona
Editor: Al-Afasy



