BeritaPWM Jateng

Perkuat Kepemimpinan dan Kaderisasi AUM, Zakiyuddin Baidhawy Paparkan Seni Memimpin AUM

PWMJATENG.COM, Semarang – Mengawali periode kepemimpinannya, Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PWM Jawa Tengah sebagai Unsur Pembantu Pimpinan (UPP) PWM Jawa Tengah menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Periode I Tahun 2023,  Jumat-Sabtu (4-5/8/23).

Diikuti ratusan peserta dari unsur Pimpinan MPKU PWM Jawa Tengah, Pimpinan Majelis Kesehatan PWA Jawa Tengah, Ketua MPKU PDM se-Jawa Tengah, Ketua BPH RSM/A se-Jawa Tengah, dan Direktur RSM/A se-Jawa Tengah, Rakerwil ini juga menghadirkan berbagai narasumber untuk memimpin sesi diskusi bersama para peserta.

Wakil Ketua PWM Jawa Tengah  Prof. Dr. H. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag. yang hadir dalam Rakerwil MPKU kali ini didapuk untuk memberikan materi mengenai Seni Memimpin di AUM/AUA (Amanah dan Membawa Kemajuan bagi Umat).

Di awal pemaparannya, Prof. Zakiy mengutip Al-Qur’an Surat Ali Imran:104 sebagai Jati Diri Muhammadiyah. Di mana berdasarkan spirit ayat ini, Muhammadiyah sendiri ialah suatu Persyarikatan yang merupakan “Gerakan Islam”. Maksud gerakan ialah Dakwah Islam amar ma’ruf nahi munkar yang ditujukan kepada dua bidang: perseorangan dan masyarakat.

Baca juga, Gelar Rakerwil I, MPKU PWM Jateng Fokus Wujudkan Visi Menjadi Jaringan Pelayanan Kesehatan dan Pendidikan Kesehatan yang Hebat

Selanjutnya, Rektor UIN Salatiga ini menjelaskan dakwah dan amar ma’ruf nahi munkar pada bidang pertama terbagi menjadi dua golongan :

  1. Kepada yang telah Islam bersifat pembaruan (tajdid), yaitu mengembalikan kepada ajaran-ajaran Islam yang asli murni;
  2. Kepada yang belum Islam, bersifat seruan dan ajakan untuk memeluk agama Islam.

Sedangkan dakwah Islam dan amar ma’ruf nahi munkar bidang kedua ialah kepada masyarakat, bersifat perbaikan, bimbingan dan peringatan.

Dalam mengelola AUM, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dan menjadi acuan, sebagaimana uraian Prof. Zakiy, di antaranya:

  1. Semua bentuk kegiatan amal usaha Muhammadiyah harus mengarah kepada maksud dan tujuan Persyarikatan dan sebagai media dakwah.
  2. Setiap pimpinan dan pengelola AUM di berbagai bidang  berkewajiban menjadikan amal usaha sebagai amanat umat yang harus ditunaikan dan dipertanggungjawabkan.
  3. Pimpinan amal usaha Muhammadiyah harus tunduk pada kebijaksanaan Persyarikatan dan tidak menjadikan amal usaha terkesan milik pribadi dan keluarga, yang akan menjadi fitnah dan menyalahi Amanah.
  4. Pimpinan amal usaha adalah anggota Muhammadiyah yang mempunyai keahlian dalam bidang usaha tersebut, bukan semata mencari nafkah, dan peduli pada tugas dan kepentingan Persyarikatan.
  5. Pimpinan amal usaha Muhammadiyah memahami peran dan tugasnya dalam mengemban Amanah Persyarikatan dan menjalankan fungsi manajemen dengan sebaik-baiknya dan sejujur-jujurnya.
  6. Pimpinan amal usaha Muhammadiyah berusaha meningkatkan dan mengembangkan amal usaha dengan penuh kesungguhan.
  7. Pimpinan amal usaha Muhammadiyah berhak mendapatkan nafkah dalam ukuran kewajaran sesuai aturan berlaku, disertai dengan Amanah dan tanggung jawab.
  8. Pimpinan amal usaha Muhammadiyah berkewajiban melaporkan pengelolaan kepada pimpinan Persyarikatan secara bertanggungjawab dan bersedia untuk diaudit.
  9. Pimpinan amal usaha Muhammadiyah harus menciptakan suasana kehidupan Islami dan menjadi alat dakwah dan teladan bagi kehidupan masyarakat.
  10. Karyawan amal usaha Muhammadiyah adalah warga Muhammadiyah yang bekerja secara profesional, mempunyai rasa memiliki dan kesetiaan, serta memperoleh kesejahteraan yang layak dan senantiasa bersyukur.
  11. Seluruh pimpinan, karyawan, dan pengelola AUM hendaknya menunjukkan keteladanan diri, ihsan dan ikhlas.
  12. Seluruh pimpinan, karyawan, dan pengelola AUM hendaknya membangun silaturahim dan hubungan yang harmonis.
  13. Seluruh pimpinan, karyawan, dan pengelola AUM hendaknya memperteguh dan meningkatkan taqarrub kepada Allah dan memperkaya ruhani melalui pengajian, tadarus, serta kajian Alquran dan Assunah. Ibadah dan muamalah juga tertanam kuat dalam setiap aktivitas AUM.

Selanjutnya, Prof. Zakiy juga menjelaskan Gerakan Peradaban Muhammadiyah, berikut gambarannya.

Editor : M Taufiq Ulinuha

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE