AUMBerita

Pengajian Wali Murid di SD Muhammadiyah 3 Nusukan, Dai Wayang Golek Pitutur Ungkap “Alamate Anak Sholeh”

PWMJATENG.COM, Surakarta – SD Muhammadiyah 3 Nusukan, Solo, menggelar pengajian wali murid dengan konsep unik yang berbeda dari biasanya. Sekolah ini menghadirkan Pujiono, anggota Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah, yang dikenal sebagai dai pembawa Wayang Golek Pitutur. Pada kesempatan itu, ia menampilkan lakon berjudul “Alamate Anak Sholeh” yang sarat dengan pesan moral bagi keluarga Muhammadiyah.

Acara tersebut berlangsung selama satu hari dengan suasana penuh khidmat sekaligus semarak. Para wali murid dari kelas 1 hingga kelas 6 hadir memenuhi ruang kegiatan. Kehadiran wayang golek sebagai media dakwah memberikan nuansa berbeda dan membuat pengajian terasa lebih hidup. Pesan-pesan agama yang disampaikan pun mudah diterima baik oleh orang tua maupun anak-anak.

Ketua PCM Banjarsari, Yatimun, yang turut hadir, menyampaikan apresiasi atas gagasan SD Muhammadiyah 3 Nusukan dalam menyelenggarakan acara ini. Ia menilai metode dakwah melalui wayang golek bukan hanya kreatif, tetapi juga efektif dalam menyampaikan nilai Islam kepada masyarakat.

“Pengajian seperti ini adalah wujud nyata sinergi sekolah dengan orang tua dalam membentuk karakter Islami anak-anak kita,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Waka Humas SD Muhammadiyah 3 Nusukan, Roid, juga menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah mempererat silaturahmi antara pihak sekolah dan wali murid. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat komitmen bersama dalam membangun pendidikan yang berorientasi pada akhlak.
“Dengan adanya pengajian wali murid, kami ingin agar orang tua merasa terlibat langsung dalam mendampingi anak-anak, terutama dalam hal pembentukan karakter Islami,” kata Roid.

Baca juga, Ketimpangan Gender dalam Akses Pembiayaan Syariah dan Letak Masalahnya

Dalam tausiyahnya, Pujiono menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak sejak dini. Ia mengingatkan bahwa anak merupakan aset dunia dan akhirat yang tidak boleh dibiarkan tumbuh sendiri tanpa arahan.

“Anak bisa menjadi jariyah bagi orang tuanya. Maka mendesain anak sholeh butuh kebersamaan antara sekolah dan orang tua,” tegasnya.

Menurutnya, banyak orang tua yang merasa kesulitan di usia senja karena ketika anak masih kecil tidak dibekali dengan ilmu agama. Hal itu, katanya, membuat anak tumbuh tanpa arah yang jelas. Ia mengajak para orang tua untuk tidak mengulangi kesalahan tersebut.

“Jika Anda tidak ingin kecewa, sekolahkan anak di lembaga Islam. Ya, memang harus berbiaya, namun biaya pendidikan anak adalah jariyah bagi orang tua. Anda tidak rugi menyekolahkan anak di SD Muhammadiyah 3 Nusukan Solo,” ungkap Pujiono di hadapan para wali murid.

Melalui lakon “Alamate Anak Sholeh”, ia menggambarkan bagaimana karakter seorang anak terbentuk dari nilai-nilai adab dan agama yang ditanamkan sejak kecil. Ia menegaskan bahwa sekolah Islam dapat menjadi benteng yang kokoh dalam membentuk generasi Qur’ani. Nilai-nilai itu, lanjutnya, akan menjadi bekal hidup sekaligus warisan berharga untuk orang tua di masa mendatang.

Kontributor : Pujiono
Ass Editor : Ahmad; Editor : M Taufiq Ulinuha

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE