Muhasabah: Mengelola Amanah Waktu Menuju Keberkahan Hidup

PWMJATENG.COM — Pergantian tahun merupakan momentum krusial bagi umat manusia untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Dalam perspektif Islam, waktu bukanlah sekadar perputaran jam, melainkan amanah berharga yang kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt.
Merujuk pada QS. Al-‘Ashr: 1–3, Allah menegaskan bahwa manusia berada dalam kerugian kecuali mereka yang beriman, beramal saleh, serta saling menasihati dalam kebenaran. Dr. Risdiani, S.Ag., M.Si., akademisi dari Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), menekankan bahwa setiap detik yang berlalu seharusnya memperkuat dimensi spiritual dan moral kita.
“Tahun yang telah berlalu menjadi cermin untuk menilai sejauh mana keimanan terjaga dan kontribusi kepada sesama terus ditingkatkan,” tulisnya dalam refleksi akhir tahun.
Mengutip hadis riwayat Tirmidzi, orang yang cerdas adalah mereka yang mampu menghisab (mengevaluasi) dirinya untuk kehidupan setelah mati. Di tengah modernitas yang serba cepat, muhasabah menjaga kita agar tidak terjebak dalam rutinitas tanpa makna. Fokus utama bukan hanya pada kuantitas aktivitas, melainkan pada kualitas dan keikhlasan amal.
Lebih dari sekadar evaluasi pencapaian duniawi, refleksi ini mengajak kita untuk menumbuhkan rasa syukur yang diwujudkan melalui kesungguhan menjalankan amanah. Menatap tahun depan, umat Islam didorong untuk melakukan tajdid an-niyyah (memperbarui niat), memperkuat ikhtiar, dan memperdalam tawakal.
“Semoga setiap langkah kita di tahun mendatang tidak hanya bernilai keberhasilan dunia, tetapi juga bernilai ibadah yang membawa maslahat bagi peradaban manusia,” pungkas Dr. Risdiani.
Editor: Al-Afasy



