Menkes di UNIMMA: Indonesia Butuh 83 FK Muhammadiyah

PWMJATENG.COM, Magelang — Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, menekankan pentingnya peran institusi pendidikan swasta dalam mengejar ketertinggalan jumlah dokter nasional. Hal tersebut disampaikan dalam acara peluncuran Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), Kamis (8/1).
Menkes memberikan tantangan besar kepada Muhammadiyah. Saat ini, baru terdapat 23 Fakultas Kedokteran di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA), dengan UNIMMA sebagai anggota terbaru.
“Saya butuh bantuan untuk memperbanyak jumlah dokter. Muhammadiyah adalah salah satu institusi pendidikan terbesar. Jika sekarang FK ke-23, saya mohon ditingkatkan menjadi 83 Fakultas Kedokteran, termasuk pembukaan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG),” ujar Menkes di Auditorium Kampus 1 UNIMMA.

Data Kemenkes menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan:
- Hampir 500 dari 10.000 Puskesmas di Indonesia belum memiliki dokter.
- Sekitar 4.000 Puskesmas belum memiliki dokter gigi.
- Menkes menargetkan minimal 40 FK baru berdiri di luar Pulau Jawa (Aceh, Kalimantan, hingga Papua) untuk memastikan distribusi tenaga medis yang merata.
Selain kuantitas, Menkes berharap Muhammadiyah menjadi benchmark atau standar kualitas global. Beliau menekankan bahwa lulusan kedokteran dari PTMA harus unggul tidak hanya dalam aspek keilmuan, tetapi juga memiliki standar etika dan budaya yang kuat.
Peluncuran Program Studi Kedokteran dan Pendidikan Profesi Dokter di UNIMMA ini menjadi jawaban atas tantangan nasional tersebut. UNIMMA berkomitmen menjadi bagian dari solusi penguatan SDM kesehatan yang berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan bangsa.
Editor: Al-Afasy



