Menjadi Guru PAUD, Jalan Pengabdian yang Tak Pernah Dibayangkan

Penulis: Wulandari N.Z | Editor: Dina Setyaningsih – MPI PDM Jepara
PWMJATENG.COM, Menjadi guru mungkin menjadi cita-cita banyak orang. Begitu pula bagi seorang guru muda di Jepara yang besar dalam keluarga pendidik. Hampir seluruh anggota keluarganya berkecimpung di dunia pendidikan, dan lingkungan itulah yang menumbuhkan mimpi sederhana dalam dirinya: merasakan indahnya menjadi seorang guru.
Namun ia tak pernah menyangka bahwa takdir akan membawanya menjadi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
“Qadarullah, Allah yang menuntun langkahku,” ungkapnya. Jalan hidup yang ditempuhnya bukan hanya mengantarkannya pada profesi, tetapi juga pada sebuah panggilan hati yang sebelumnya tak pernah ia bayangkan.
Awalnya, ia sempat diliputi keraguan. Dunia PAUD terasa begitu berbeda dari gambaran ideal seorang guru yang selama ini ada di benaknya. Ia bertanya dalam hati, mampukah aku? Mampukah aku memahami dunia anak-anak yang penuh warna, kejutan, dan emosi yang jujur?
Namun waktu memberikan jawabannya. Dari setiap interaksi dengan anak-anak, dari tawa kecil hingga tangis yang tiba-tiba pecah, dari cerita polos yang mereka bawa setiap pagi, ia justru banyak belajar.
“Ternyata di PAUD lah aku belajar paling banyak—belajar bersyukur, bersabar, dan menerima apa pun yang Allah takdirkan,” tuturnya.
Menjadi guru PAUD juga membuka pintu baru untuk menggali potensinya. Ia berkesempatan mengikuti lomba bermain peran, bercerita, membuat video edukatif, hingga menari dalam berbagai acara besar. Semua itu menjadi pengalaman berharga yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
“Setiap tantangan membuatku menemukan kompetensi baru dalam diriku,” ujarnya.
Di momentum Hari Guru ini, ia mengajak semua orang untuk lebih menghargai profesi guru—terutama guru PAUD yang bekerja dengan hati, kesabaran, dan cinta tanpa henti.
“Selamat Hari Guru untuk semua guru, khususnya Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Teruslah menjadi sosok inspiratif bagi anak-anak dengan kesabaran, kehangatan, kedisiplinan, dan kreativitas dalam pembelajaran,” pesannya.
Baginya, menjadi guru PAUD bukan sekadar profesi. Ia adalah perjalanan panjang yang mengajarkan arti ketulusan, pengabdian, dan kebahagiaan sederhana yang lahir dari dunia anak-anak.
Editor: Al-Afasy



