AUMBerita

Lebaran di Indonesia, Mahasiswa UMS Asal Yaman: Vibes-nya Bagus, Hangat Seperti di Kampung Halaman!

PWMJATENG.COM, Surakarta – Tiga tahun berturut-turut, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) asal Yaman, Basheer Anwar Ibrahim Raje, merayakan Idulfitri di Indonesia tanpa pulang ke kampung halamannya. Sejak pertama kali mengenyam pendidikan di UMS, ia belum pernah kembali ke Yaman saat lebaran.

Meskipun jauh dari keluarga, Basheer mengaku tetap merasakan kehangatan suasana Idulfitri di Indonesia. “Alhamdulillah, vibes-nya bagus. Orang Indonesia penuh rahmat dan baik hati. Setiap bertemu dosen atau mahasiswa lain, mereka selalu menyapa dengan ‘Assalamualaikum’ dan mengucapkan ‘Selamat Idulfitri,’” ujarnya, Selasa (1/4).

Saat lebaran, ia kerap diundang ke rumah dosen atau teman-temannya. Suasana yang tercipta mengingatkannya pada kampung halaman. “Jika berkunjung ke rumah dosen, selalu ada makanan dan minuman khas. Rasanya seperti di Yaman, jadi tidak terasa kehilangan momen lebaran,” tambahnya.

Basheer juga menjalankan salat Id di Edutorium KH. Ahmad Dahlan UMS bersama mahasiswa lainnya. Menurutnya, tradisi Idul Fitri di Indonesia dan Yaman tidak jauh berbeda. “Di sini dan di Yaman hampir sama. Orang-orang bertakbir sebelum salat, kemudian bersalaman dan saling mengunjungi. Setiap rumah menyediakan makanan untuk tamu yang datang,” ungkapnya.

Baca juga, Makna Idulfitri dan Halalbihalal: Menjaga Kesucian Lahir dan Batin

Ia juga menyoroti tradisi pemberian uang lebaran yang serupa dengan di Yaman. “Di sana, orang tua memberikan uang kepada anak-anak, jika dikonversikan sekitar 100 ribu rupiah. Sementara di Indonesia, nominalnya berkisar antara 5.000 hingga 50.000 rupiah, tergantung kedekatan keluarga,” jelasnya.

Saat libur lebaran, Basheer menghabiskan waktu bersama teman-teman sesama mahasiswa Yaman maupun Indonesia. Ia bahkan pernah diajak merayakan Lebaran di luar kota. “Pernah sekali saya pergi ke Yogyakarta untuk bertemu teman-teman,” kenangnya.

Ketika ditanya mengenai kondisi di Yaman, Basheer mengungkapkan keprihatinannya terhadap konflik yang masih berkecamuk. “Saya berharap situasi di Yaman segera membaik, tidak ada lagi perang. Dan Amerika serta Inggris berhenti menyerang kami,” harapnya.

Meskipun jauh dari keluarga, ia bersyukur karena mereka berada di daerah yang relatif aman dari konflik. Namun, ia tetap memikirkan kondisi negaranya dan selalu berdoa untuk keselamatan mereka. “Saya ingin sekali merayakan Idul Fitri bersama keluarga di Yaman, tetapi biaya perjalanan sangat mahal. Jika pulang, saya mungkin sulit kembali ke Indonesia,” katanya.

Sebagai mahasiswa semester empat, Basheer memiliki harapan besar pada Idulfitri tahun ini. “Saya berharap bisa sukses dalam studi, lulus tepat waktu, dan diberikan taufik serta hidayah untuk terus berbuat amal saleh,” pungkasnya.

Kontributor : Fika
Ass Editor : Ahmad; Editor : M Taufiq Ulinuha

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE