Lawan Arus Disrupsi, Mahasiswa Farmasi UMPP Belajar Kendalikan AI

PWMJATENG.COM, PEKALONGAN – Tantangan profesi apoteker di tahun 2026 semakin kompleks dengan masuknya teknologi Kecerdasan Buatan (AI) ke sektor kesehatan. Menanggapi hal ini, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) menyelenggarakan Kuliah Tamu Kefarmasian bertajuk “Informatika Farmasi sebagai Fondasi Pengambilan Keputusan Klinis dan Manajerial” pada Kamis (15/1).
Kegiatan yang diikuti sekitar 300 mahasiswa secara hybrid ini menghadirkan Ketua Perkumpulan Informatika Farmasi Indonesia (PIFI), apt. Stefanus Nova, S.Si., yang juga merupakan pakar dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
Kaprodi Sarjana Farmasi UMPP, Dwi Bagus Pambudi, menekankan bahwa lulusan UMPP harus berani keluar dari zona nyaman. “Saat ini farmasi tidak hanya berkutat pada pembuatan dan distribusi obat. Kita harus mampu mengikuti perkembangan AI agar tidak tertinggal zaman,” tegasnya.
[Image showing AI integration in drug discovery and patient monitoring]Materi yang disampaikan narasumber memiliki manfaat berjenjang:
- Mahasiswa Semester Awal: Sebagai pengenalan wawasan masa depan profesi yang digital-sentris.
- Mahasiswa Semester Atas: Menjadi sudut pandang baru dan inspirasi untuk penyusunan tugas akhir maupun penelitian berbasis teknologi kesehatan.
Ketua Panitia, Yulian Wahyu Permadi, mengapresiasi antusiasme peserta yang tetap tinggi hingga akhir sesi diskusi. Melalui komitmen pada pembelajaran yang adaptif dan visioner, UMPP optimis dapat mencetak lulusan farmasi yang inovatif dan siap memimpin di era digitalisasi kesehatan nasional.
Editor: Al-Afasy



