Khazanah Islam

Kewajiban Seorang Muslim Membela Kebenaran

PWMJATENG.COM – Dalam ajaran Islam, membela kebenaran merupakan kewajiban yang melekat pada diri setiap Muslim. Kebenaran bukan hanya menyangkut persoalan pribadi, melainkan juga menyangkut kepentingan umat dan kemaslahatan bersama. Seorang Muslim dituntut untuk tidak hanya beriman secara lisan, tetapi juga menunjukkan keberpihakan yang nyata terhadap kebenaran dalam kehidupan sehari-hari.

Al-Qur’an menegaskan bahwa keadilan dan kebenaran tidak boleh dikompromikan. Allah ﷻ berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ﴾ (المائدة: 8)

“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak kebenaran karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorongmu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Maidah: 8)

Ayat ini mengajarkan bahwa seorang Muslim wajib menegakkan kebenaran meskipun terhadap orang yang tidak disukai. Membela kebenaran tidak boleh dikendalikan oleh hawa nafsu, kepentingan pribadi, atau tekanan kelompok. Keberanian dalam menjaga kebenaran adalah bukti nyata dari ketakwaan seseorang.

Membela Kebenaran sebagai Ciri Orang Beriman

Islam menempatkan pembelaan terhadap kebenaran sebagai tanda keimanan yang kuat. Rasulullah ﷺ bersabda:

أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ حَقٍّ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ

“Jihad yang paling utama adalah menyampaikan kalimat kebenaran di hadapan penguasa yang zalim.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi)

Baca juga, Mengkritik Pemerintah Lewat Demonstrasi dalam Islam: Antara Kewajiban dan Etika

Hadis ini menekankan bahwa membela kebenaran bukan sekadar melawan dengan pedang, melainkan juga dengan kata-kata yang jujur. Keberanian menyampaikan kebenaran di hadapan kekuasaan yang menindas adalah bentuk jihad yang agung.

Kebenaran Sebagai Pilar Keadilan

Membela kebenaran erat kaitannya dengan tegaknya keadilan. Tanpa kebenaran, keadilan akan runtuh, dan masyarakat akan terjerumus dalam kezaliman. Dalam konteks sosial, seorang Muslim tidak boleh berdiam diri melihat ketidakadilan, penindasan, atau penyimpangan. Diam terhadap kebatilan sama saja dengan menyetujui keburukan tersebut.

Allah ﷻ berfirman:

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ (البقرة: 42)

“Dan janganlah kamu campuradukkan kebenaran dengan kebatilan, dan janganlah kamu sembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahuinya.” (QS. Al-Baqarah: 42)

Ayat ini menjadi peringatan bahwa menutupi kebenaran atau mencampurnya dengan kebatilan termasuk perbuatan yang dilarang keras.

Membela Kebenaran dalam Kehidupan Modern

Di era digital saat ini, tantangan membela kebenaran semakin kompleks. Informasi yang beredar sering kali bercampur antara fakta dan hoaks. Seorang Muslim dituntut bijak dalam menyaring informasi agar tidak terjerumus dalam penyebaran kebohongan. Membela kebenaran berarti turut menjaga ruang publik dari fitnah, ujaran kebencian, dan informasi menyesatkan.

Selain itu, membela kebenaran juga berarti berani menegakkan integritas dalam pekerjaan, pendidikan, maupun kehidupan sosial. Misalnya, menolak praktik korupsi, berani melawan ketidakadilan, serta tidak tergoda dengan keuntungan duniawi yang melanggar syariat.

Ikhtisar

Membela kebenaran adalah kewajiban moral dan spiritual setiap Muslim. Al-Qur’an dan hadis telah menegaskan pentingnya keberanian menegakkan keadilan tanpa memandang siapa yang dihadapi. Dengan membela kebenaran, seorang Muslim bukan hanya menjaga dirinya dari keburukan, tetapi juga berkontribusi menciptakan masyarakat yang adil dan diridai Allah ﷻ.

Pada akhirnya, kebenaran adalah cahaya yang tidak akan padam meski kebatilan berusaha menutupinya. Tugas seorang Muslim adalah memastikan cahaya itu tetap bersinar, meski harus menghadapi risiko dan tantangan. Membela kebenaran adalah jalan menuju ketakwaan, sekaligus bukti nyata dari keimanan yang sejati.

Ass Editor : Ahmad; Editor : M Taufiq Ulinuha

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE