Kolom

Kepatuhan Obat Rendah? Apoteker dan Teknologi Digital Jadi Penyelamat Pasien Diabetes Melitus

PWMJATENG.COM,Pasien diabetes melitus kini menghadapi tantangan serius di Indonesia. Penyakit kronis ini bukan lagi sekadar masalah kesehatan biasa, melainkan penyebab angka kematian dan kesakitan tertinggi. Namun, ironisnya, kesadaran masyarakat untuk menjalani pengobatan secara rutin masih sangat rendah.

Data menunjukkan hampir 90 persen pasien diabetes kurang menyadari pentingnya minum obat secara teratur. Kondisi ini memicu risiko komplikasi berat seperti gagal ginjal hingga kebutaan. Oleh karena itu, sinergi antara peran apoteker dan teknologi digital kini menjadi kebutuhan mendesak.

Di Jawa Tengah, prevalensi diabetes tipe 2 terus meningkat. Fenomena ini diperparah oleh rendahnya kepatuhan pasien, terutama pada kelompok usia di atas 40 tahun. Akibatnya, target pengobatan sulit tercapai karena pasien sering kali mengabaikan resep dokter.

Di sinilah peran apoteker menjadi sangat krusial melalui Pemantauan Terapi Obat (PTO). Selama ini, PTO lebih sering menyasar pasien rawat inap. Padahal, sebagian besar pasien diabetes melitus menjalani rawat jalan dalam jangka panjang. Dengan pemantauan yang baik, apoteker dapat mendeteksi ketidakpatuhan serta mencegah efek samping obat secara dini.

Teknologi digital menawarkan solusi cerdas melalui aplikasi mobile. Aplikasi ini memungkinkan apoteker memantau kepatuhan pasien secara real-time tanpa harus bertemu fisik. Intervensi berbasis teknologi terbukti mampu memperbaiki kontrol gula darah serta meningkatkan kualitas hidup pasien.

Selain teknologi, keberhasilan terapi sangat bergantung pada self-efficacy atau keyakinan diri pasien. Pasien dengan self-efficacy tinggi cenderung lebih patuh menjaga pola makan dan rutin berolahraga. Mereka yakin mampu mengelola penyakitnya secara mandiri meskipun di tengah kesibukan.

Pengelolaan diabetes masa depan tidak boleh lagi hanya mengandalkan cara konvensional. Kolaborasi antara tenaga kesehatan dan teknologi digital adalah kunci keselamatan pasien. Sudah saatnya pemantauan berbasis aplikasi menjadi bagian dari layanan kesehatan rutin. Dengan dukungan teknologi dan peran aktif apoteker, pengendalian diabetes akan menjadi lebih manusiawi, efektif, dan berkelanjutan.

Kontributor: Ainun Muthoharoh
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE